10 Oktober 2026

Safari GMRI di Jawa Tengah, Sri Eko Sriyanto Galgendu Bahas Kebangkitan Kesadaran Spiritual

Sri Eko Sriyanto Galgendu berdialog bersama sahabat dan kerabat spiritual dalam Safari GMRI di Jawa Tengah.

Kawankitanews.web.id — Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) menggelar safari budaya dan spiritual di sejumlah daerah di Jawa Tengah, mulai dari Semarang, Demak, Kadilangu, Kudus, Purwodadi hingga Solo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membahas gerakan kebangkitan kesadaran spiritual.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemimpin Spiritual Nusantara Sri Eko Sriyanto Galgendu berdialog dengan sejumlah sahabat dan kerabat spiritual. Salah satu pertemuan berlangsung di Gunung Jati, Semarang, pada 12 Agustus 2026, di Pendopo Agung milik Dr. Kanjeng Widodo Pradopo Sejati.

Pertemuan itu membahas berbagai persoalan, mulai dari kebangkitan kesadaran spiritual hingga krisis kepemimpinan. Para peserta juga mendiskusikan pentingnya sosok pemimpin yang memiliki karakter kesatria dan mampu mengedepankan nilai-nilai kebijaksanaan dalam menjalankan kepemimpinan.

Sri Eko Sriyanto Galgendu menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun kesadaran spiritual sebagai bagian dari upaya menata kehidupan masyarakat dan peradaban.

Dalam diskusi tersebut, Kanjeng Widodo Pradopo Sejati turut mengangkat konsep “Sangkan Paran Ning Dumadi” sebagai bagian dari pembahasan mengenai hubungan manusia dengan kehidupan dan Sang Pencipta.

Safari GMRI juga mempertemukan sejumlah sahabat dan kerabat spiritual dari berbagai daerah. Mereka mengikuti rangkaian perjalanan dari Kudus, Solo hingga Semarang sebelum kembali ke Jakarta pada Kamis malam, 13 Agustus 2026.

Sejumlah tokoh yang turut mendampingi perjalanan tersebut antara lain Wowok Prastowo, Dhian, dan Dhani. Rangkaian safari tidak hanya berisi dialog spiritual, tetapi juga memperkuat silaturahmi melalui pertemuan dan kegiatan budaya di sejumlah daerah.

GMRI menjadikan safari tersebut sebagai bagian dari agenda yang lebih besar. Organisasi itu menyiapkan peluncuran Kitab MA HA IS MA YA pada September 2026 serta merencanakan program Diplomasi Spiritual Global pada awal 2027.

Melalui program tersebut, GMRI berencana membangun hubungan dengan sejumlah tokoh spiritual di negara-negara tetangga. GMRI juga membawa gagasan untuk memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pusat gerakan kebangkitan kesadaran spiritual.

Selain dialog dan kegiatan spiritual, perjalanan tersebut juga memberikan ruang bagi para peserta untuk menikmati kekayaan budaya dan kuliner lokal Jawa Tengah. Mereka mencicipi sejumlah makanan khas, seperti garang asem, soto daging kerbau, pindang, jambu Kadilangu, tahu petis, hingga kopi Gunung Jati Semarang.

Rangkaian safari GMRI di Jawa Tengah tersebut kemudian berakhir dengan perjalanan kembali ke Jakarta. Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, bertukar gagasan, serta mendorong gerakan kebangkitan kesadaran spiritual yang menjadi salah satu agenda GMRI.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *