kawankitanews.web.id– Komunitas ojek online (ojol) Sumatera Utara bersama Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Sumatera Utara memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kolaborasi tersebut dibangun melalui kegiatan Dialog dan Penguatan Sinergitas Dit Intelkam Polda Sumut dengan Komunitas Ojol Sumut yang berlangsung di Medan, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kepolisian dan komunitas ojol untuk mempererat komunikasi, menyampaikan aspirasi, serta membangun kerja sama dalam menciptakan situasi keamanan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Ketua Umum Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams), Agam Zubair, mengatakan komunitas ojol dan kepolisian selama ini telah menjalin hubungan yang baik. Ia menilai pendekatan humanis yang dilakukan kepolisian mampu menciptakan komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
Agam menyebutkan, saat ini sekitar 64 komunitas ojol tergabung dalam Godams. Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam mendukung terciptanya keamanan masyarakat.
“Kerja sama dan sinergitas Ojol Sumut dengan pihak Dit Intelkam Polda Sumut yang sudah terbangun bisa terus ditingkatkan. Kami berharap setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Mitra Pengemudi Online Indonesia (Forkompi) Sumatera Utara, David Bangar Siagian, menyampaikan bahwa para pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi sehingga sering mengetahui berbagai kondisi yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Ia menilai informasi dari pengemudi ojol dapat membantu kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap stabil dan kondusif.
“Segala informasi yang terjadi di lapangan umumnya diketahui oleh ojol. Jika hal ini bisa disinergikan, tentu dapat membantu menjaga kamtibmas yang kondusif di Medan,” katanya.
Direktur Intelkam Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma, mengapresiasi peran komunitas ojol yang selama ini aktif berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Ia menegaskan, kepolisian membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan bersama.
Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran penting karena selalu berada di ruang publik dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Keberadaan rekan-rekan ojol di jalanan memiliki banyak manfaat. Dengan kebersamaan, sinergitas, dan inklusivitas, kita bisa menyelesaikan berbagai persoalan bersama,” ujar Ajie.
Dalam kesempatan tersebut, Dit Intelkam Polda Sumut juga membuka ruang dialog bagi para pengemudi ojol untuk menyampaikan berbagai keluhan dan masukan. Salah satu aspirasi datang dari anggota Godams, Subagyo, yang meminta peningkatan perlindungan bagi pengemudi ojol yang bekerja hingga malam hari, terutama di wilayah rawan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kombes Pol Ajie Indra Dwiatma menjelaskan bahwa Kapolda Sumatera Utara telah menginstruksikan seluruh jajaran Polres untuk melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai upaya menjaga keamanan wilayah.
Ia juga mengajak komunitas ojol untuk terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan saat menjalankan aktivitas di lapangan.
Melalui penguatan sinergi antara komunitas ojol dan Dit Intelkam Polda Sumut, kedua pihak berharap komunikasi yang telah terbangun dapat semakin solid. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya keamanan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Utara.(Rizky)

