kawankitanews.web.id – Budayawan dan penulis Jacob Ereste mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan akhlak.
Menurutnya, penguatan karakter menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola negara yang bersih, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan di Banten pada 29 Juli 2026, Jacob menilai Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang cerdas.
Namun, ia berpendapat bahwa kecerdasan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab moral agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Jacob menyampaikan bahwa berbagai persoalan, seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran etika oleh sebagian oknum, telah memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Karena itu, ia mengajak seluruh penyelenggara negara untuk menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah.
Menurutnya, setiap pejabat publik memiliki tanggung jawab untuk memberikan teladan melalui sikap jujur, profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia menilai tata kelola pemerintahan yang baik hanya dapat terwujud apabila seluruh aparatur negara mematuhi hukum serta menjunjung tinggi etika dalam setiap pengambilan keputusan.
Jacob juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh.
Selain penegakan hukum yang tegas, pemerintah perlu memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui pendidikan karakter, pengawasan yang efektif,
serta penanaman budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.
Di sisi lain, Jacob mengingatkan pentingnya menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap pengelolaan keuangan negara dilakukan secara transparan sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Jacob, pembenahan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen bangsa.
Ia mengajak tokoh agama, akademisi, pendidik, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya yang menjunjung tinggi kejujuran, kepedulian, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
Ia juga menilai pendekatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter pemimpin dan masyarakat.
Dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan serta melakukan introspeksi diri, setiap individu diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara lebih bijaksana.
“Bila kita kembali kepada fitrah sebagai manusia yang menjunjung moral dan akhlak, saya yakin bangsa ini mampu memperbaiki tata kelola negara, memperkuat kepercayaan publik, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jacob.
Di akhir pernyataannya, Jacob Ereste mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum refleksi sebagai langkah untuk memperkuat integritas,
memperbaiki tata kelola pemerintahan, dan membangun Indonesia yang lebih bersih, adil, serta berlandaskan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.(Kontributor Yacob)

