kawankitanews.web.id – Premiere School of Ballet merayakan 25 tahun perjalanan dengan menghadirkan pertunjukan ballet bertajuk The Lion King. Pementasan tersebut akan berlangsung pada 1 Agustus 2026 di Gedung Cak Durasim, Kompleks UPT Taman Budaya Jawa Timur.
Pertunjukan ini mengangkat kisah legendaris tentang perjalanan hidup, keberanian, persahabatan, dan warisan dalam cerita The Lion King. Sebanyak 165 penari dari berbagai kelompok usia akan tampil membawakan pertunjukan dengan konsep panggung bergaya Broadway.
Pementasan The Lion King menjadi semakin istimewa karena Premiere School of Ballet memadukan teknik ballet klasik Barat dengan sentuhan kearifan lokal Indonesia. Perpaduan tersebut terlihat melalui rancangan kostum dan aksesori yang digunakan para penari.
Para penari akan mengenakan kostum dengan dominasi warna keemasan, cokelat, dan merah. Perancang kostum juga memperkaya busana dengan motif anyaman serta batik khas Nusantara untuk menghadirkan nuansa budaya Indonesia di atas panggung.
Selain kostum, para penari juga menggunakan topeng berbagai karakter hewan, mulai dari singa hingga satwa lainnya. Para perajin membuat topeng tersebut dengan detail dan menambahkan hiasan bulu yang menyerupai jambak singa.
Melalui gerakan ballet yang luwes dan penuh energi, para penari akan membawa penonton mengikuti kisah persahabatan dan keberanian. Pertunjukan tersebut menyasar penonton dari berbagai kelompok usia dengan menghadirkan cerita yang sarat pesan tentang kehidupan dan nilai-nilai keberanian.
Pendiri Premiere School of Ballet, Sylvi Panggawean, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan cerita yang sudah dikenal luas dengan memberikan sentuhan budaya Nusantara.
“Kami ingin memperkenalkan cerita yang dicintai banyak orang dengan menampilkan warna budaya Nusantara dan memadukannya dengan gaya klasik agar generasi muda semakin bangga dengan seni pertunjukan yang indah ini,” ujar Sylvi.
Premiere School of Ballet telah menghadirkan berbagai pementasan selama perjalanan berkesenian. Beberapa pertunjukan yang pernah mereka tampilkan antara lain Mulan pada 2015, Shrek pada 2017, dan Moana pada 2025.
Kini, Premiere School of Ballet kembali menyiapkan pertunjukan The Lion King sebagai bagian dari perayaan 25 tahun berdirinya sekolah ballet tersebut. Pementasan ini sekaligus menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan seni tari dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui seni pertunjukan.
Para penari telah menjalani gladi kotor pada 19 Juli 2026. Selanjutnya, mereka akan mengikuti gladi bersih pada 31 Juli 2026 sebelum tampil dalam pementasan utama pada 1 Agustus 2026.
Melalui pementasan The Lion King, Premiere School of Ballet berharap dapat menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempertemukan keindahan ballet klasik Eropa dengan kekayaan tradisi dan budaya Jawa serta Nusantara.
Perayaan 25 tahun Premiere School of Ballet melalui pertunjukan tersebut menjadi momentum untuk terus mendorong generasi muda mencintai seni pertunjukan. Pementasan ini juga menunjukkan bahwa seni ballet dapat berkembang secara kreatif dengan mengangkat identitas budaya lokal ke panggung pertunjukan modern.(Kontributor Rochman)

