8 Agustus 2026

Sherly joanda Laos; Saya miliki izin sah, tidak ada tambang ilegal – Jangan bermain dengan kata “katanya”

KawankitaNews .id
TERNATE, 21 juli 2026
– Dalam sesi wawancara langsung yang tajam dan terbuka, Ibu Gubernur Sherly Joanda menjawab secara gamblang dan tegas tudingan narasi miring yang beredar terkait isu kepemilikan tambang di Pulau Gapi.

Saat pewawancara menyampaikan pertanyaan:

“Ada nada miring, narasi yang beredar, katanya Ibu terafiliasi dalam satu kepemilikan tambang yang ada di Pulau Gapi”

Ibu Sherly menjawab tanpa ragu dan berbelit:

“Kan saya sudah bilang bahwa saya memiliki tambang,
iya…
Tepatnya almarhum suami saya yang memiliki tambang itu. Beliau telah tiada, lalu mewariskan kepada saya.
Jadi saya memang memiliki hak atas tambang itu, itu fakta yang saya akui secara terbuka.”

Beliau kemudian menegaskan batas yang paling mendasar:

“Lalu apakah saya melakukan penambangan ilegal

“Saya tidak melakukan penambangan ilegal”

Semua langkah yang saya jalankan berpegang teguh pada aturan dan hukum yang berlaku. Jika saya terbukti melanggar, saya siap menerima segala konsekuensi hukum yang ada sepenuhnya.”

Terkait pemberitaan yang kerap memakai kata-kata samar, beliau berkata :

“Perhatikan saja apa yang ditulis media. Selalu dimulai dengan ‘katanya’, ‘diduga’, ‘sepertinya’, ‘kemungkinan’. Itu semua belum tentu benar. Terserah apa yang mau ditulis, tapi jangan ubah fakta.”

Beliau menegaskan dengan suara tegas:
“Saya tidak gila Mana mungkin saya sebagai Gubernur melakukan penambangan ilegal, padahal di saat yang sama Bapak Presiden sedang gencar menertibkan segala aktivitas tambang yang tidak taat aturan? Itu tidak benar, itu fitnah yang tidak berdasar”

Kenapa yang selalu bekerja untuk rakyat selalu di jadikan sasaran ?

Kami rakyat Maluku Utara berbicara dengan lantang dan jujur, dari hati yang merasakan langsung perubahan: Kenapa Ibu Gubernur Sherly Joanda yang selalu menjadi sasaran tudingan, padahal beliau satu-satunya pemimpin yang hadir, peduli, dan bekerja nyata untuk kami ?

Selama bertahun-tahun sebelum beliau memegang amanah, kami melihat sendiri bagaimana keadaan berjalan. Gubernur-gubernur yang lalu, yang seharusnya melayani rakyat, justru sering melupakan kami. Janji-janji manis terucap saat kampanye, namun setelah duduk di kursi kekuasaan, perhatiannya hilang entah ke mana. Proyek yang dikerjakan sering kali hanya menguntungkan kalangan tertentu, sementara rakyat kecil dibiarkan merana, kekurangan fasilitas, dan terabaikan nasibnya. Kami diam, kami menelan pahit, dan tak ada yang berani menuntut sekeras sekarang ini.

Tapi sejak Ibu Sherly Joanda memimpin, semuanya berubah. Beliau hadir ke pelosok desa, mendengar keluh kesah kami, dan yang paling penting—beliau bekerja dengan jujur dan tulus. Hasilnya nyata: rakyat kini lebih sejahtera, bantuan tepat sasaran, pembangunan menyentuh kehidupan kami, dan kami merasa benar-benar diperhatikan sebagai warga negara. Rakyat senang, rakyat percaya, dan rakyat membela beliau bukan karena paksaan, tapi karena kami merasakan kebaikan yang nyata.

Kenapa kesalahan masa lalu yang jauh lebih besar tak pernah diserbu tudingan seperti sekarang ?

Apakah karena Ibu Sherly adalah pemimpin yang jujur, bersih, dan berani merombak kebiasaan lama yang kotor ?

Apakah karena kebaikan dan kejujuran beliau mengganggu kepentingan segelintir orang yang tak ingin keadilan tegak ?

Ini adalah pembelaan kami sebagai rakyat yang beliau perjuangkan: Jangan biarkan kejujuran dihancurkan oleh fitnah. Jangan biarkan kebaikan dilenyapkan oleh tuduhan kosong. Ibu Sherly Joanda tidak perlu dibuktikan dengan kata-kata, buktinya ada pada kami—rakyat Maluku Utara yang kini hidup lebih layak, lebih sejahtera, dan lebih berharap.

Kami berdiri tegak di belakang beliau. Tuduhan yang tak berdasar takkan mampu memadamkan cahaya kebaikan yang beliau nyalakan.
Kebenaran akan menang, dan rakyat yang merasakan manfaatnya akan selalu menjadi tameng yang tak akan runtuh bagi pemimpin yang tulus melayani.

“BUNG”

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *