9 Agustus 2026

Seni Wayang Jadi Sarana Polres Kediri Kota Edukasi Masyarakat tentang Keamanan dan Ketertiban

Keterangan foto: Kompol Bowo Wicaksono membawakan Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas kepada masyarakat di Kota Kediri.

kawankitanews.web.id – Polres Kediri Kota Polda Jawa Timur terus menghadirkan pendekatan kreatif dalam menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Salah satunya dengan memanfaatkan seni wayang sebagai media edukasi yang mampu mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal.

Melalui kegiatan Wayang Cangkrukan yang digelar di Kantor Kecamatan Kota, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Jumat malam (17/7/2026), Polres Kediri Kota mengajak masyarakat memahami pentingnya menjaga keamanan lingkungan melalui nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong.

Pagelaran wayang tersebut dibawakan langsung oleh Ki Dalang Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., yang juga menjabat sebagai Kapolsek Kota Kediri.

Dalam pertunjukan itu, ia mengangkat lakon “Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok”, yang mengandung pesan bahwa hubungan baik antartetangga lebih kuat dalam menjaga keamanan dibandingkan sekadar pembatas fisik.

Selain menyuguhkan hiburan, Kompol Bowo memanfaatkan pertunjukan wayang sebagai sarana berdialog dengan masyarakat.

Ia mengajak warga untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta membangun komunikasi yang baik guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Melalui Wayang Cangkrukan ini kami dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dengan cara yang lebih mudah diterima masyarakat.

Kami juga dapat menyerap berbagai informasi dan masukan dari warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” ujar Kompol Bowo Wicaksono.

Dalam alur cerita wayang, penonton disuguhkan kisah tentang dua kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi yang berbeda.

Cerita tersebut menggambarkan bahwa tekanan ekonomi dapat mendorong seseorang melakukan pelanggaran hukum.

Namun, berkat kehadiran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepedulian masyarakat yang saling membantu, persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik.

Kompol Bowo menjelaskan bahwa pemanfaatan seni wayang merupakan bagian dari konsep art policing, yaitu strategi pemolisian yang mengedepankan seni dan budaya sebagai media komunikasi serta edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pendekatan budaya mampu membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat sehingga pesan-pesan kamtibmas lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Polres Kediri Kota berharap kegiatan Wayang Cangkrukan dapat memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan komunikasi yang baik, masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman,

damai, dan harmonis.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kabag SDM Polres Kediri Kota, Kasat Binmas,

Kasat Lantas, Camat Kota, Batuud Koramil 0809/01, para kepala kelurahan se-Kecamatan Kota, Babinsa,

Bhabinkamtibmas, perwakilan Ketua RT/RW, Ketua LPMK, Karang Taruna, Koordinator Linmas, serta tokoh masyarakat.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *