Silaturahmi dan Halal Bihalal BOREG SURAN (Bolo Reog Suroboyo Pinggiran), Menjaga Marwah Gotong Royong

Anggota BOREG SURAN menggelar silaturahmi dan pentas Reog dalam rangka halal bihalal di Surabaya.
Anggota BOREG SURAN menggelar silaturahmi dan pentas Reog dalam rangka halal bihalal di Surabaya.

Kawankitanews.web.id
– Komunitas BOREG SURAN (Bolo Reog Suroboyo Pinggiran) terus memperkuat kebersamaan melalui kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang digelar di Kota Surabaya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan kesenian Reog Ponorogo.(14/04/26)

Para anggota BOREG SURAN secara aktif menghadiri kegiatan yang dirangkai dengan pentas reog semalam suntuk.

Mereka memanfaatkan momen Syawalan untuk mempererat hubungan antaranggota serta membangun solidaritas di antara para pelaku seni reog di wilayah Surabaya, khususnya kawasan pinggiran.

Ketua panitia menyampaikan bahwa pihaknya sengaja menggelar acara ini sebagai bentuk komitmen menjaga kebersamaan.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi antar kadang reog sekaligus menjaga semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama komunitas,” ujarnya.

BOREG SURAN tidak hanya fokus pada pertunjukan seni, tetapi juga aktif merangkul berbagai kelompok reog di kawasan pesisir dan pinggiran kota.

Mereka terus membangun jejaring komunitas agar kesenian reog tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.

Kesenian Reog Ponorogo sendiri telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada 2024.

Pengakuan ini semakin memotivasi komunitas-komunitas lokal seperti BOREG SURAN untuk menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,

termasuk kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong.

Seluruh rangkaian kegiatan halal bihalal ini terselenggara secara swadaya oleh para anggota.

Mereka secara sukarela berpartisipasi melalui iuran seikhlasnya demi tersuksesnya acara. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa nilai gotong royong masih kuat terjaga di tengah komunitas seni tradisional.

Melalui kegiatan ini, BOREG SURAN menunjukkan peran strategisnya sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus penguat solidaritas sosial.

Mereka tidak hanya menjaga eksistensi reog, tetapi juga merawat nilai kebersamaan yang menjadi identitas utama masyarakat Indonesia.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *