kawankitanews.web.id – Penutupan aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular menjadi momentum syukur sekaligus memperkuat kepedulian sosial masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.
Perkumpulan Masyarakat Peduli Keutuhan dan Kelestarian Bantaran Sungai Ular Sumatera Utara (PMPKKBSUSU) bersama Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem menggelar pesta rakyat dan memberikan santunan kepada 350 anak yatim di Jalan Sempurna, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kamis (25/6/2026).
Ratusan warga dari lima kecamatan, yakni Beringin, Pantai Labu, Lubuk Pakam, Pagar Merbau, dan Galang,
“menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan menghentikan aktivitas penambangan Galian Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang selama ini dinilai merusak bantaran Sungai Ular.
Keberhasilan penutupan Galian C merupakan hasil kolaborasi antara PMPKKBSUSU, Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem, DPC Papera Deli Serdang,
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Denpom Lubuk Pakam, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan,
serta aparat penegak hukum yang secara konsisten melakukan penertiban di kawasan bantaran sungai.
Masyarakat menyambut baik hasil penertiban tersebut karena aktivitas Galian C selama bertahun-tahun telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir akibat rusaknya tanggul Sungai Ular.
Dansatgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem sekaligus Penasehat PMPKKBSUSU, Jaiman Supnur atau Okky, menyampaikan bahwa kegiatan syukuran bukan sekadar perayaan atas penutupan Galian C,
tetapi juga menjadi bentuk komitmen masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Forkopimda, aparat penegak hukum,
serta seluruh elemen masyarakat yang telah bekerja sama hingga aktivitas penambangan ilegal berhasil dihentikan.
“Kami akan terus mengawal hasil penertiban ini. PMPKKBSUSU bersama masyarakat siap melakukan pengawasan agar tidak ada lagi aktivitas Galian C di bantaran Sungai Ular yang melintasi lima kecamatan,” tegas Jaiman.
Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan Reog Ponorogo, wayang orang, prosesi tepung tawar,
serta pengalungan bunga kepada para tamu undangan sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.
Kepala BBWSS II Medan, Feriyanto Pawenrusi, memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian lingkungan,
tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim.
Ia mengungkapkan bahwa BBWSS II Medan telah menyiapkan program rehabilitasi sekitar 12 titik bantaran Sungai Ular yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 40 kilometer. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap pada 2026 hingga 2027.
Sementara itu, Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan yang diwakili Kepala Dinas Sosial Yusnaldi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif mengawal penyelamatan lingkungan melalui koordinasi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum.
Menurutnya, keberhasilan menghentikan aktivitas Galian C membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah mampu menghasilkan perubahan nyata demi melindungi lingkungan dan keselamatan warga.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia menyerahkan santunan berupa paket sembako dan bantuan uang tunai kepada 350 anak yatim yang bertepatan dengan peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah.
Acara kemudian ditutup dengan makan bersama menggunakan daun pisang sebagai simbol persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PMPKKBSUSU bersama Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem menegaskan bahwa menjaga kelestarian Sungai Ular tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah,
tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat demi mewariskan lingkungan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Rizky)

