kawankitanews.web.id – Budayawan Jacob Ereste menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual harus diperkuat sebagai benteng utama dalam menghadapi krisis budaya yang terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Dalam refleksinya berjudul Kesederhanaan Hidup Dalam Laku Spiritual Dari Turbulensi Budaya yang Menyergap Dari Delapan Penjuru Angin, Jacob mengajak masyarakat kembali menghidupkan nilai kejujuran, kesetiaan, konsistensi, dan keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Jacob menjelaskan bahwa persahabatan sejati tumbuh dari kejujuran dan kesetiaan. Ia menilai kedua nilai tersebut membentuk dasar hubungan yang kuat, yang kemudian berkembang menjadi persaudaraan yang kokoh tanpa harus terikat hubungan darah.
Menurutnya, nilai spiritual tersebut mampu menjaga manusia dari sikap egois, dominasi, serta keinginan mengutamakan kepentingan pribadi yang kerap memicu konflik sosial di masyarakat.
“Nilai kejujuran, kesetiaan, dan keikhlasan menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan antarmanusia yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Jacob.
Ia menegaskan bahwa krisis budaya yang terjadi saat ini tidak hanya terlihat dari perubahan perilaku sosial, tetapi juga dari semakin pudarnya kepedulian terhadap sesama. Kondisi tersebut, katanya, perlu direspons dengan penguatan karakter dan spiritualitas.
Jacob juga menyoroti derasnya perubahan di bidang politik, ekonomi, hukum, dan budaya yang dapat menyeret masyarakat pada ketidakpastian.(23/06/26)
Ia mengingatkan bahwa tanpa pegangan spiritual yang kuat, manusia mudah kehilangan arah dan jati diri.
Karena itu, Jacob mendorong masyarakat untuk menjadikan kesederhanaan sebagai bagian dari laku spiritual. Kesederhanaan, menurutnya, mampu menjaga kejernihan hati serta memperkuat ketahanan batin dalam menghadapi tekanan kehidupan modern.
“Kesederhanaan adalah kekuatan batin yang membuat manusia tetap teguh di tengah arus perubahan,” tegasnya.
Jacob menambahkan bahwa manusia harus mampu menjaga kemuliaan dirinya sebagai makhluk Tuhan dengan terus berbuat baik, meski dalam bentuk yang sederhana dan terbatas.
Di akhir pernyataannya, Jacob Ereste mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai spiritual sebagai pedoman hidup agar tetap mampu bertahan dan berkontribusi positif di tengah krisis budaya yang melanda berbagai aspek kehidupan.(Kontributor Yacob)

