Kawankitanews.web.id
– Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi membuka pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mulai Juni mendatang.
Program ini menghadirkan sistem seleksi yang lebih transparan, terstruktur, dan berkeadilan bagi seluruh calon murid di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 disusun secara sistematis agar mudah dipahami masyarakat, mulai dari tahapan pendaftaran hingga pengumuman hasil.
“Seluruh tahapan kami rancang lebih jelas dan terbuka agar masyarakat dapat mengikuti proses seleksi dengan baik dan adil,” ujar Khofifah.
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim membagi pelaksanaan SPMB 2026 ke dalam empat tahap utama dengan berbagai jalur seleksi dan kuota yang telah ditentukan.
Tahap pertama dimulai pada 11–15 Juni 2026 melalui jalur domisili untuk jenjang SMA dan SMK. Kuota jalur ini ditetapkan sebesar 20 persen untuk SMA dan 10 persen untuk SMK.
Tahap kedua berlangsung pada 17–23 Juni 2026 yang mencakup jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba.
Untuk jenjang SMA, jalur afirmasi mendapatkan porsi 30 persen yang terdiri dari ADEM 13 persen, keluarga tidak mampu 7 persen, anak buruh 5 persen, serta penyandang disabilitas 5 persen.
Sementara itu, SMK memperoleh kuota afirmasi sebesar 15 persen.
Selain itu, jalur mutasi diberikan kuota 5 persen yang terbagi atas mutasi tugas orang tua/wali sebesar 3 persen dan anak guru atau tenaga kependidikan sebesar 2 persen.
Jalur prestasi hasil lomba juga mendapatkan kuota 5 persen, terdiri dari 2 persen bidang akademik dan 3 persen bidang non-akademik, termasuk ketua OSIS, MPK, kepanduan, serta penghafal kitab suci.
Selanjutnya, tahap ketiga dibuka pada 24–29 Juni 2026 melalui jalur nilai prestasi akademik SMA dengan kuota 25 persen.
Tahap keempat diperuntukkan bagi SMK melalui jalur nilai prestasi akademik dengan kuota terbesar, yakni 65 persen, yang berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026.
Pemprov Jatim juga menghadirkan kebijakan tambahan berupa “golden ticket” bagi ketua OSIS dan penghafal kitab suci sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan dan capaian non-akademik siswa.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan kelancaran proses pendaftaran.
“Kami membuka Posko SPMB di seluruh sekolah negeri, cabang dinas, serta kantor pusat untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi dan konsultasi,” jelas Aries.
Selain layanan luring, masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui layanan daring resmi SPMB.
Sistem tahun ini juga diperkuat dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan layanan informasi yang cepat dan responsif.
Untuk memperluas pemahaman masyarakat, Pemprov Jatim menggelar sosialisasi di sejumlah wilayah, antara lain Surabaya, Tuban, Ponorogo, Jember, dan Pamekasan.
Dengan rincian jalur dan kuota yang telah ditetapkan, Pemprov Jawa Timur berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, transparan,
serta memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh calon murid dalam mengakses pendidikan.(Red)

