10 Juni 2026

Indonesia 100 Tahun Merdeka, Jacob Ereste Ingatkan Ancaman Korupsi terhadap Generasi Mendatang

Keterangan foto: Jacob Ereste mendorong BGN menggandeng Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan ekonomi rakyat.

Kawanindonesia.web.id – Menjelang satu abad kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045, budayawan dan pengamat sosial Jacob Ereste mengingatkan masyarakat tentang bahaya korupsi yang terus mengancam masa depan bangsa.(07/06/26)

Ia menilai praktik korupsi yang semakin meluas dapat menghambat terwujudnya cita-cita Indonesia Emas dan meninggalkan beban berat bagi generasi mendatang.

Dalam refleksinya yang berjudul Pesan Untuk Generasi Yang Kelak Akan Menikmati Janji 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,

Jacob Ereste menyoroti korupsi sebagai persoalan yang belum berhasil diselesaikan secara tuntas.

Menurutnya, korupsi telah menyusup ke berbagai sektor kehidupan, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga lembaga yang seharusnya menjadi benteng moral masyarakat.

Jacob menegaskan bahwa praktik korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak karakter bangsa.

Ia menilai banyak pelaku korupsi berasal dari kalangan berpendidikan dan memiliki posisi penting, namun gagal menjaga integritas serta amanah yang diberikan masyarakat.

“Korupsi tidak sekadar mencuri uang negara. Korupsi merampas hak rakyat dan menghilangkan kesempatan generasi muda untuk menikmati pembangunan yang adil dan merata,” tegas Jacob.

Ia juga mengkritik budaya materialisme yang semakin kuat di tengah masyarakat. Menurutnya,

dorongan untuk mengejar kekayaan dan kemewahan tanpa batas telah melahirkan perilaku yang mengabaikan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial.

Jacob menilai kondisi tersebut dapat mengikis semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas bangsa Indonesia.

Jika dibiarkan, generasi mendatang akan menghadapi lingkungan sosial yang semakin individualistis dan jauh dari nilai kebersamaan.

Selain itu, ia menyoroti dampak korupsi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dana publik yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan,

pembangunan infrastruktur, dan program bantuan sosial sering kali menjadi sasaran penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Jacob, praktik tersebut menyebabkan kesenjangan sosial semakin lebar dan memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Ia mengingatkan bahwa hilangnya kepercayaan publik dapat memicu berbagai persoalan sosial yang lebih kompleks di masa depan.

Karena itu, Jacob mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum menuju Indonesia Emas 2045 sebagai titik balik dalam memperkuat integritas dan membangun budaya antikorupsi.

Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter, penguatan nilai spiritual, serta penegakan hukum yang adil dan konsisten.

“Generasi yang akan menikmati 100 tahun kemerdekaan Indonesia berhak mendapatkan negara yang bersih dari korupsi, berkeadilan, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” ujarnya.

Jacob Ereste berharap pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dapat bekerja sama membangun kesadaran kolektif untuk melawan korupsi.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia pada usia satu abad kemerdekaan tidak hanya diukur dari kemajuan ekonomi dan teknologi,

“tetapi juga dari kemampuan bangsa menjaga moralitas, kejujuran, dan keadilan bagi seluruh rakyat.

Ia menegaskan bahwa tanpa komitmen kuat untuk memberantas korupsi, cita-cita besar Indonesia Emas 2045 berisiko menjadi sekadar harapan yang tidak pernah terwujud bagi generasi mendatang.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *