KAWANKITAWEBNEWS.ID/– Potensi besar sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur mendorong Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur untuk menginisiasi pembentukan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar pelaku industri kreatif sekaligus memperluas kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, mengatakan bahwa ekonomi kreatif telah terbukti menjadi salah satu sektor yang mampu menciptakan peluang kerja bagi berbagai kalangan.
Menurutnya, keberadaan industri kreatif tidak hanya menghasilkan produk dan karya, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pihak.
Ia mencontohkan kegiatan produksi film yang dilakukan di suatu daerah. Dalam setiap proses produksi, banyak tenaga kerja yang terlibat, mulai dari kru teknis, penata artistik, tim dokumentasi, penyedia konsumsi, transportasi, hingga pelaku usaha kecil yang mendukung kebutuhan di lapangan.
Industri kreatif memberikan efek berganda yang sangat besar. Ketika sebuah proyek kreatif hadir, manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan oleh pelaku utama, tetapi juga masyarakat sekitar yang ikut terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung,” ujarnya kepada wartawan.
Melihat besarnya potensi tersebut, MAKI Jatim mendorong terbentuknya sebuah wadah yang dapat menyatukan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Organisasi yang dirancang ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi pekerja film, musisi, fotografer, videografer, penyelenggara acara, pelaku seni pertunjukan, kreator konten digital, hingga pengusaha di bidang hiburan.
Menurut Heru, selama ini sektor ekonomi kreatif telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Namun, para pelaku industri masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengembangan kompetensi, akses pembiayaan, hingga dukungan regulasi yang lebih berpihak pada pertumbuhan usaha kreatif.
Karena itu, keberadaan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, advokasi, serta penguatan kapasitas bagi para pelaku usaha kreatif.
Selain memperluas jaringan kerja sama, organisasi ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing industri kreatif.
MAKI Jatim menilai ekonomi kreatif layak ditempatkan sebagai salah satu sektor strategis dalam pembangunan daerah. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, sektor ini diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Pelaku ekonomi kreatif bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menghidupkan ekonomi masyarakat. Karena itu mereka perlu mendapatkan dukungan yang lebih luas agar dapat berkembang secara maksimal,” kata Heru.
Ke depan, MAKI Jatim berharap wadah yang sedang digagas tersebut dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Timur serta menjadi motor penggerak lahirnya berbagai inovasi dan peluang usaha baru.
Melalui kolaborasi yang solid, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. ( Red)

