Kitab MA HA IS MA YA” Segera Diluncurkan, GMRI Dorong Kebangkitan Spiritual Indonesia

Diskusi rutin GMRI membahas peluncuran “Kitab MA HA IS MA YA” dan Diplomasi Spiritual Global di Jakarta.
Diskusi rutin GMRI membahas peluncuran “Kitab MA HA IS MA YA” dan Diplomasi Spiritual Global di Jakarta.

kawankitanews.web.id  — GMRI memastikan peluncuran “Kitab MA HA IS MA YA” akan berlangsung pada Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong kebangkitan spiritual Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Rencana peluncuran kitab tersebut mengemuka dalam diskusi rutin GMRI yang digelar di Sekretariat GMRI, Jalan Ir. H. Juanda No. 4A, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Mei 2026.

Diskusi berlangsung hangat dengan menghadirkan berbagai tokoh pergerakan, pegiat kebangsaan, dan pemikir spiritual.

Tokoh spiritual Sri Eko Sriyanto Galgendu menjelaskan “Kitab MA HA IS MA YA” memuat 79 doa yang ditujukan untuk tokoh dan pemuka masyarakat sebagai refleksi spiritual bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kitab tersebut lahir dari monolog spiritual selama 20 jam tanpa henti yang berlangsung pada 2–3 Agustus 2025 di Auditorium Wisma Antara, Jakarta Pusat.

GMRI menilai proses itu menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran moral dan spiritual masyarakat Indonesia.

Sri Eko mengatakan bangsa Indonesia membutuhkan penguatan nilai spiritual agar mampu menghadapi berbagai tantangan global,

mulai dari konflik geopolitik, krisis moral, hingga pergeseran budaya yang terus berkembang di era modern.

“Indonesia harus mampu menjadi pusat cahaya moral dan spiritual dunia melalui nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan budaya yang dimiliki,” ujarnya dalam forum tersebut.

Selain mempersiapkan peluncuran kitab, GMRI juga tengah mematangkan program Safari Diplomasi Spiritual Global ke sejumlah negara sahabat.

Program itu bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam membangun perdamaian dunia melalui pendekatan budaya dan spiritualitas universal.

GMRI menilai diplomasi spiritual dapat menjadi alternatif dalam membangun hubungan internasional yang lebih damai dan harmonis.

Organisasi itu ingin menghadirkan Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kuat secara politik dan ekonomi, tetapi juga memiliki pengaruh moral di tingkat global.

Dalam waktu dekat, GMRI bersama Forum Negarawan dan Forum Lintas Agama juga akan menggelar kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dengan tema

“Memaknai Nilai-nilai Kebangsaan dan Kenegarawanan dalam Perspektif Spiritual Global”.

Forum diskusi rutin GMRI yang berlangsung setiap Senin dan Kamis disebut terus melahirkan berbagai gagasan kebangsaan yang memadukan pemikiran intelektual dan permenungan spiritual.

Melalui kegiatan itu, GMRI berharap lahir kesadaran kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, beradab, dan mampu menjadi mercu suar penerang dunia.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *