Banjir Akibat Drainase Buruk, Fitria Jaya Residence Jadi Sorotan di Martapura

Luapan air dari Fitria Jaya Residence merendam permukiman warga di Martapura akibat diduga drainase buruk.
Luapan air dari Fitria Jaya Residence merendam permukiman warga di Martapura akibat diduga drainase buruk.

kawankitanews.web.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Martapura pada Minggu (3/5/2026) sore memicu banjir di sejumlah permukiman warga.

Luapan air diduga berasal dari kawasan Fitria Jaya Residence yang kini menjadi sorotan publik akibat sistem drainase yang dinilai tidak memadai.

Air meluap dari dalam area perumahan yang berlokasi di Jalan Bypass Sungai Ulin–Mataraman, Desa Jingah Habang, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Debit air yang besar tidak tertampung dengan baik, sehingga mengalir deras ke lingkungan warga dan merendam rumah-rumah di sekitarnya.

Rekaman video yang beredar di masyarakat menunjukkan arus air mengalir deras hingga melampaui batas komplek.

Bahkan, pagar pembatas berbahan semen dilaporkan jebol akibat tekanan air yang tinggi, memperparah dampak banjir.

Salah satu warga, Hanafi, menyatakan bahwa kejadian tersebut menyebabkan kerugian material dan mengganggu aktivitas warga.

Ia menilai pihak pengembang lalai dalam membangun sistem pembuangan air.

“Air datang sangat deras setelah pagar jebol. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumah,” ujarnya.

Hanafi juga menduga pengembang tidak menjalankan kewajiban sesuai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Ia menilai saluran drainase di dalam perumahan tidak dirancang untuk menampung debit air saat hujan deras.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum di lingkungan tersebut.

Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan, menelusuri penyebab kejadian, dan mengevaluasi izin pembangunan perumahan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.( Herman Soetiady)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *