kawankitanews.web.id – Kreativitas guru dan siswa di SDN Ngagel 1 Surabaya berhasil mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang pembelajaran. Mereka memanfaatkan meja bekas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan media tanam sekaligus mini kebun hidroponik di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah menyadari bahwa tidak semua institusi pendidikan memiliki halaman luas untuk berkebun. Karena itu, para guru mencari solusi agar kegiatan penghijauan tetap berjalan tanpa membutuhkan banyak ruang. Mereka kemudian menyulap meja bekas menjadi tempat tanam yang praktis dan efisien.
Dengan metode ini, guru menanam berbagai jenis tanaman di atas permukaan meja, sementara bagian bawah dimanfaatkan untuk menyimpan pupuk dan peralatan berkebun. Konsep tersebut tidak hanya menghemat tempat, tetapi juga memudahkan proses perawatan tanaman.
Ketua Komite Sekolah, Diyah Ratnasari, menjelaskan bahwa penggunaan meja bekas memberikan banyak manfaat dalam kegiatan belajar. Ia menilai siswa dapat mengamati tanaman dengan lebih nyaman dan detail.
“Dengan media meja, siswa tidak perlu membungkuk saat mengamati tanaman. Mereka bisa melihat dari berbagai sudut, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif,” ujarnya saat ditemui, Jumat (1/5/2026).
Inovasi ini berawal dari gagasan Kepala Sekolah, Karina Trianawati, yang kemudian diwujudkan bersama para guru melalui kerja sama gotong royong. Mereka ingin menciptakan lingkungan sekolah yang asri sekaligus menghadirkan metode pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Selain meningkatkan estetika sekolah, mini kebun hidroponik ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memahami konsep ketahanan pangan sejak dini.
Melalui langkah sederhana ini, SDN Ngagel 1 Surabaya menunjukkan bahwa keterbatasan lahan tidak menghalangi inovasi. Justru dengan kreativitas, sekolah mampu menghadirkan solusi efektif yang bermanfaat bagi lingkungan dan dunia pendidikan.(Geng)

