kawankitanews.web.id – Jajaran Polres Banjar terus mendalami kasus penganiayaan maut yang terjadi di Desa Pakutik RT 001, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Polisi kini menelusuri dugaan pengaruh narkotika terhadap pelaku berinisial L (41) setelah hasil tes urine menunjukkan indikasi positif narkoba.
Kasat Reskrim Rifandy Purnayangkara Putra mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan jenis zat yang dikonsumsi pelaku serta kaitannya dengan aksi brutal tersebut.
“Untuk hasil kemarin kita tes, hasil urinnya positif, tapi sementara kita masih mendalami keterkaitan tersebut apakah dia benar-benar pengguna sabu ataupun yang lain,” ujar Rifandy, Rabu (20/5/2026).
Menurut Rifandy, kondisi pelaku hingga kini masih belum stabil dan terlihat linglung sehingga penyidik belum dapat melakukan pemeriksaan secara maksimal.
Polisi juga belum memastikan kabar yang menyebut pelaku mengalami gangguan kejiwaan.
“Sementara belum bisa kita pastikan ODGJ atau tidak karena kita belum melakukan pemeriksaan psikologi,” jelasnya.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Selasa (19/5/2026) pagi dan menggemparkan warga Desa Pakutik.
Dalam kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan medis(22/05/26)
Usai melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun aparat kepolisian bersama warga berhasil menangkap pelaku tidak lama kemudian.
Polres Banjar saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk mengungkap motif pasti di balik aksi penganiayaan maut tersebut.
Polisi juga mendalami kemungkinan pengaruh narkotika terhadap tindakan pelaku saat kejadian berlangsung.(Kontributor Herman)

