Kawankitanews.web.id Surabaya 12 Agustus 2026 — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hingga Juli 2026, tiga terminal petikemas yang dikelola secara terintegrasi, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian, mencatat throughput sebesar 1.753.203 TEUs.
Angka tersebut meningkat 13,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di angka 1.547.561 TEUs. Capaian ini sekaligus menjadi rekor throughput tertinggi sepanjang pengelolaan ketiga terminal dalam satu sistem terintegrasi.
Pertumbuhan kinerja tersebut tidak lepas dari meningkatnya arus petikemas internasional dan domestik, bertambahnya layanan pelayaran, optimalisasi jaringan layanan, serta peningkatan produktivitas kegiatan bongkar muat di masing-masing terminal.
TPK Teluk Lamong Tumbuh 23,6 Persen
Dari tiga terminal tersebut, TPK Teluk Lamong mencatat pertumbuhan paling signifikan. Hingga Juli 2026, throughput terminal mencapai 644.432 TEUs, naik 23,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 521.451 TEUs.
Kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan arus petikemas internasional dan hadirnya sejumlah layanan pelayaran baru yang semakin memperluas konektivitas TPK Teluk Lamong dengan jaringan perdagangan global.
Dua layanan baru turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan tersebut. Pertama, CSE Service melalui skema joint slot antara COSCO dan OOCL dengan rata-rata muatan sekitar 1.200 TEUs setiap call.
Kedua, SCJX/SIX Service melalui joint slot antara GSL dan XPF dengan rata-rata muatan sekitar 1.100 TEUs per call.
Selain layanan reguler, hingga Juli 2026 tercatat 22 international ad hoc calls yang memberikan tambahan volume sekitar 14.020 TEUs.
TPK Nilam Perkuat Distribusi ke Indonesia Timur
Sementara itu, TPK Nilam juga mencatat pertumbuhan yang cukup kuat. Throughput hingga Juli 2026 mencapai 321.604 TEUs, meningkat sekitar 19,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 268.852 TEUs.
Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh aktivitas petikemas domestik, termasuk layanan Meratus dengan tujuan Kendari serta layanan Tanto menuju Ambon.
Pertumbuhan ini semakin memperkuat posisi TPK Nilam sebagai salah satu simpul penting distribusi logistik dari Surabaya menuju kawasan Indonesia Timur.
TPK Berlian Jaga Tren Positif
TPK Berlian turut membukukan kinerja positif dengan throughput sebesar 787.167 TEUs hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 757.258 TEUs.
Peningkatan kinerja TPK Berlian didukung optimalisasi penerapan berthing window serta kesiapan peralatan bongkar muat. Terminal tersebut mengoperasikan sekitar 15–16 unit Harbour Mobile Crane (HMC) dan satu unit Container Crane (CC).
Optimalisasi sistem pelayanan dan kesiapan peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses bongkar muat sekaligus menjaga efisiensi operasional terminal.
Strategi Terintegrasi Jadi Kunci Pertumbuhan
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan pencapaian hingga Juli 2026 menjadi indikator bahwa strategi pengelolaan tiga terminal secara terintegrasi mampu memberikan dampak positif terhadap produktivitas dan konektivitas logistik.
“Rekor throughput hingga Juli 2026 menunjukkan bahwa strategi pengelolaan tiga terminal secara terintegrasi mulai memberikan hasil yang semakin kuat.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan konektivitas internasional di TPK Teluk Lamong, optimalisasi layanan domestik di TPK Nilam dan TPK Berlian, serta peningkatan produktivitas operasional secara berkelanjutan,” ujar David.
Menurutnya, TTL akan terus menjaga momentum pertumbuhan dengan menghadirkan layanan yang semakin efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna jasa.
Ke depan, perusahaan akan melanjutkan berbagai langkah strategis melalui peningkatan produktivitas operasional, penguatan konektivitas pelayaran, serta optimalisasi kapasitas dan utilisasi ketiga terminal.
Integrasi TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian diharapkan mampu semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu hub dan simpul logistik strategis Indonesia, baik untuk mendukung perdagangan domestik maupun konektivitas internasional.
Dengan capaian throughput 1,75 juta TEUs hingga Juli 2026, TTL optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan hingga penghujung tahun.
Kinerja tersebut sekaligus menjadi modal penting dalam memperkuat efisiensi rantai logistik nasional serta meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di tengah dinamika industri kepelabuhanan dan pelayaran global. (Red)

