25 Juni 2026

Program MBG hingga Swasembada Pangan Perlu Pembenahan, Kata Jacob Ereste

Jacob Ereste menilai program MBG hingga swasembada pangan perlu pembenahan agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

kawankitanews.web.id– Pengamat sosial Jacob Ereste menilai sejumlah program strategis pemerintah, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga swasembada pangan, masih memerlukan pembenahan agar mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan agar tujuan program dapat tercapai secara efektif.

Jacob mengatakan masyarakat pada dasarnya mendukung berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan tata kelola yang baik agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

“Program-program yang berpihak kepada rakyat tentu perlu didukung. Namun pemerintah harus memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Ia menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menurutnya masih menghadapi sejumlah tantangan teknis. Jacob menilai pemerintah perlu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelaku usaha lokal, kelompok masyarakat, dan pelaku UMKM agar dapat berpartisipasi dalam program tersebut.

Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat tidak hanya memperluas manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program. Dengan demikian, potensi penyimpangan dapat diminimalkan sejak awal.

Selain MBG, Jacob juga menyoroti program Sekolah Rakyat yang tengah dikembangkan pemerintah. Ia berharap program tersebut dapat bersinergi dengan sistem pendidikan yang sudah berjalan, termasuk memberikan perhatian kepada tenaga pendidik yang selama ini mengabdi sebagai guru honorer.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperhatikan para guru yang telah lama berkontribusi dalam dunia pendidikan,” katanya.

Dalam sektor ekonomi pedesaan, Jacob mengingatkan pentingnya harmonisasi antara program Koperasi Desa Merah Putih dengan lembaga ekonomi yang telah lebih dahulu berkembang di masyarakat. Ia menilai kolaborasi lebih penting dibandingkan pendekatan yang berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat.

Sementara itu, terkait program swasembada pangan, Jacob meminta pemerintah memperkuat peran petani sebagai aktor utama dalam pembangunan sektor pertanian. Ia menilai keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan.

Jacob juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah kebijakan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat, mahasiswa, maupun aktivis seharusnya dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial yang konstruktif. Pemerintah, kata dia, perlu membuka ruang dialog agar berbagai masukan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh program yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. Karena itu, evaluasi dan pembenahan harus terus dilakukan agar hasilnya sesuai harapan masyarakat,” tegas Jacob.

Ia berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas tata kelola program-program strategis nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *