8 Agustus 2026

Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Exit Tol Margomulyo untuk Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya menyiapkan pembangunan mini bozem di exit Tol Margomulyo-Tandes untuk mengurangi genangan dan memperkuat sistem drainase kawasan.

kawankitanews.web.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat upaya penanganan genangan di kawasan Margomulyo dengan membangun mini bozem di area exit Tol Margomulyo-Tandes.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat sistem drainase sekaligus mengurangi genangan yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan bahwa penanganan genangan di kawasan Margomulyo membutuhkan kerja sama lintas instansi.

Menurutnya, Pemkot Surabaya tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut tanpa dukungan dari pengelola jalan tol, kawasan industri, serta pemangku kepentingan lainnya.

Adi menjelaskan, sistem drainase di kawasan Margomulyo saling terhubung antara saluran di bagian hulu dan hilir.

Karena itu, pembangunan saluran baru harus diikuti dengan peningkatan kapasitas saluran pembuangan agar aliran air dapat mengalir secara optimal.

Pemkot Surabaya telah memetakan sejumlah titik rawan genangan, termasuk area di bawah jalan tol Margomulyo.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, pemerintah akan berkolaborasi dengan PT Margabumi sebagai operator jalan tol untuk mempercepat pelaksanaan berbagai pekerjaan infrastruktur.

Selain membangun mini bozem, Pemkot Surabaya juga menyiapkan pembangunan konektivitas saluran drainase di sisi kanan dan kiri kawasan Margomulyo.

Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas Rumah Pompa Balong II agar mampu menampung dan mengalirkan debit air lebih besar ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Adi menuturkan bahwa sistem drainase kawasan Margomulyo nantinya akan terhubung ke Saluran Margomulyo Tengah sebelum dialirkan menuju Rumah Pompa Balong II. Dari rumah pompa tersebut, air selanjutnya akan dibuang langsung ke laut sehingga genangan dapat lebih cepat surut.

Untuk mendukung sistem tersebut, Pemkot Surabaya juga akan membangun saluran baru dan rumah pompa berkapasitas kecil yang berfungsi mengalirkan air menuju Rumah Pompa Balong II.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengendalian banjir di kawasan industri Margomulyo.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya mengajak pengelola kawasan industri dan pergudangan untuk ikut menjaga dan memperbaiki saluran drainase yang berada di bawah kewenangan masing-masing.

Menurut Adi, keberhasilan penanganan genangan sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak dalam menjaga fungsi jaringan drainase.

Pembangunan mini bozem di area exit Tol Margomulyo-Tandes saat ini masih dalam tahap proses. Pemkot Surabaya memanfaatkan lahan milik PT Margabumi sebagai lokasi tampungan sementara air hujan.

Keberadaan mini bozem tersebut diharapkan mampu menahan limpasan air agar tidak langsung meluber ke badan jalan dan mengurangi risiko genangan saat curah hujan tinggi.

Melalui pembangunan mini bozem, peningkatan kapasitas rumah pompa, serta penguatan jaringan drainase, Pemkot Surabaya menargetkan penanganan genangan di kawasan Margomulyo menjadi lebih efektif.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pengendalian banjir demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.(Bagas)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *