Kawankitanews.web.id// Forum Kajian Lingkungan dan Study Kerakyatan (KLIK SK) meminta Polres Mandailing Natal (Madina) mengusut secara menyeluruh pembakaran tiga unit alat berat jenis ekskavator di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan, Kabupaten Madina, Minggu dini hari (4/10/2026).
Forum tersebut juga meminta polisi menelusuri dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang disebut berkaitan dengan keberadaan alat berat di kawasan tersebut.
Sekretaris Forum KLIK SK, Arief Azka Batubara, mengatakan aparat perlu mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara profesional dan berdasarkan alat bukti.
Menurutnya, penyidik tidak cukup hanya mencari pelaku pembakaran, tetapi juga perlu memeriksa dugaan aktivitas pertambangan ilegal apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
“Kami meminta polisi mengusut seluruh rangkaian persoalannya secara profesional. Jika memang ada pengusaha atau pihak tertentu yang terbukti terlibat dalam aktivitas PETI, proses hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku,” ujar Arief di Panyabungan, Minggu (4/10).
Aktivitas Alat Berat Jadi Sorotan
Pembakaran tiga ekskavator terjadi setelah aktivitas pengerukan material menggunakan alat berat di kawasan Jambur Tarutung menjadi perhatian masyarakat.
Arief menyebut lokasi aktivitas tersebut berada tidak jauh dari Masjid Al-Muhtadin.
Kondisi itu, menurutnya, turut memunculkan kekhawatiran warga terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar.
Ia meminta aparat memastikan status dan peruntukan alat berat yang berada di lokasi serta menelusuri pihak-pihak yang mengoperasikan atau menguasainya.
“Kalau memang ada dugaan pembiaran atau pelanggaran, tentu harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan yang transparan.
Kami akan menyampaikan persoalan ini kepada instansi yang lebih tinggi agar dapat ditindaklanjuti secara objektif,” katanya.
Forum KLIK SK Pertanyakan Satgas PETI
Selain meminta pengusutan, Forum KLIK SK mempertanyakan langkah pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menangani persoalan PETI di Madina.
Arief juga meminta pemerintah dan kepolisian menjelaskan keberadaan serta langkah Satgas PETI yang sebelumnya dibentuk untuk menangani persoalan pertambangan ilegal di wilayah tersebut.
“Bupati dan Kapolres jangan terkesan diam dan tidak tahu apa-apa.
Mereka harus menjelaskan kepada publik. Satgas PETI yang dibentuk itu urgensinya apa jika aktivitas seperti ini masih terjadi?” tegas Arief.
Ia mengatakan dugaan pembiaran tidak boleh menjadi kesimpulan tanpa pemeriksaan dan bukti.
Karena itu, ia mendorong aparat melakukan penelusuran secara objektif terhadap seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan di lokasi.
Polisi Diminta Telusuri Seluruh Pihak
Arief juga menyinggung informasi mengenai sosok yang disebut masyarakat sebagai “pawang” atau pihak yang diduga memiliki pengaruh dalam aktivitas PETI di Kotanopan.
Ia meminta kepolisian memeriksa informasi tersebut berdasarkan fakta dan alat bukti, bukan berdasarkan rumor.
Menurut Arief, penyidik dapat menelusuri pihak yang mengoperasikan alat berat, menyediakan modal, maupun mengambil keuntungan dari aktivitas pertambangan apabila pemeriksaan menemukan unsur pidana.
“Jangan hanya masyarakat yang berhadapan dengan hukum. Jika memang ada jaringan atau pihak yang mengendalikan aktivitas PETI, semuanya harus diperiksa secara objektif,” ujarnya.
Lokasi Dipasangi Garis Polisi
Pasca pembakaran, aparat disebut telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Informasi dari lapangan juga menyebutkan situasi kawasan tersebut relatif kondusif.
Masyarakat kini menunggu hasil penyelidikan kepolisian terhadap pembakaran tiga ekskavator tersebut.
Warga juga berharap aparat dapat mencegah kemungkinan konflik susulan di kawasan Jambur Tarutung.
Selain mengusut peristiwa pembakaran, Forum KLIK SK meminta polisi memastikan apakah terdapat aktivitas PETI di lokasi tersebut dan mengambil tindakan sesuai hukum apabila penyidik menemukan bukti pelanggaran.
Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Bupati Madina H. Saifullah Nasution maupun Kapolres Madina AKBP Bagus Priandi terkait sorotan dan permintaan pengusutan yang disampaikan Forum KLIK SK.
(Magrifatulloh

