kawankitanews.web. — Semangat kemerdekaan memenuhi Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, saat 44 rombongan warga memeriahkan Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (30/8/2026).
Ribuan warga berkumpul di Lapangan Perumahan Griya Taman Asri untuk menyaksikan kemeriahan pawai. Para peserta menampilkan beragam kreativitas melalui busana adat Nusantara, kostum unik, maskot, serta kendaraan hias.
Iringan musik patrol Pasopati dari Desa Sadang turut menghidupkan suasana. Musik patrol mengiringi Kepala Desa Tawangsari, maskot perwakilan seluruh RW, dan rombongan peserta yang membawa semangat Merah Putih sepanjang rute pawai.
Warga Perkuat Semangat Gotong Royong
Pawai budaya tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan. Kegiatan itu juga menjadi momentum warga untuk memperkuat persaudaraan dan semangat gotong royong.
Kepala Desa Tawangsari, Adi Sucipto, SH, mengatakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Bukan sekadar pesta dan hiburan semata. Pawai ini menjadi jembatan mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta mengingatkan kembali bahwa kekuatan kita ada pada kebersamaan,” ujar Adi.
Penggiat kegiatan, Sunyoto, menambahkan bahwa warga menunjukkan semangat kebersamaan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Sejak persiapan hingga hari H, semangat saling bantu terasa nyata di mana-mana. Inilah yang ingin kita bangun kembali — semangat kebersamaan yang tulus antarwarga,” ungkapnya.
Tiga Kategori Jadi Ajang Adu Kreativitas
Panitia menghadirkan tiga kategori penghargaan untuk mendorong kreativitas peserta, yakni Grup Terheboh, Grup Terkreatif, dan Maskot Terbaik.
Dewan juri menilai penampilan peserta berdasarkan kreativitas, kekompakan, dan kerapian. Persaingan berlangsung ketat karena setiap rombongan menampilkan konsep yang berbeda.
Anggota dewan juri, Diyah Ratnasari, mengapresiasi kualitas peserta yang menurutnya mampu menunjukkan penampilan dengan standar tinggi.
“Jujur, penampilan peserta setingkat desa ini sudah setara dengan penyelenggaraan tingkat kecamatan. Kami menilai dengan sangat teliti dan hati-hati agar hasilnya benar-benar adil bagi semua pihak,” tuturnya.
Dewan juri juga mendorong peserta agar lebih banyak menciptakan kostum secara mandiri. Mereka menyarankan warga memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk barang daur ulang.
Daftar Pemenang Pawai Budaya Tawangsari
Panitia kemudian mengumumkan para pemenang dari tiga kategori yang diperlombakan.
Grup Terheboh
Juara 1: Nilai 935 — No. Urut 37, RT 17 RW 04
Juara 2: Nilai 900 — No. Urut 33, RT 09 RW 02
Juara 3: Nilai 870 — No. Urut 35, RT 11 RW 02
Harapan 1: Nilai 830 — No. Urut 19, RT 29 RW 06
Harapan 2: Nilai 800 — No. Urut 21, RT 30 RW 08
Grup Terkreatif
Juara 1: Nilai 985 — No. Urut 34, RT 10 RW 02
Juara 2: Nilai 950 — No. Urut 39, RT 19 RW 04
Juara 3: Nilai 935 — No. Urut 31, RT 07 RW 02
Harapan 1: Nilai 890 — No. Urut 30, RT 15 RW 03
Harapan 2: Nilai 875 — No. Urut 18, RT 28 RW 06
Maskot Terbaik
Juara 1: Nilai 910 — No. Urut 43, RT 43 RW 10
Juara 2: Nilai 885 — No. Urut 22, RT 32 RW 08
Juara 3: Nilai 870 — No. Urut 27, RT 12 RW 03
Pengumuman pemenang langsung memicu sorak-sorai warga. Panitia menyerahkan berbagai hadiah kepada peserta yang meraih juara, mulai dari paket kebutuhan pokok hingga perlengkapan rumah tangga.
Pawai Jadi Momentum Memperkuat Persatuan
Warga Tawangsari menjadikan pawai budaya sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan. Mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati proses berkarya bersama.
Pawai tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif yang melibatkan banyak unsur warga.
Melalui kegiatan itu, warga Tawangsari juga kembali menghidupkan semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Pawai Budaya HUT RI ke-81 akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kreativitas, serta menjaga semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.
(Geng)

