10 Oktober 2026

NIKEL DIKERUK TRILIUNAN, RAKYAT FAGOGORU JADI PENONTON: SUARA MARNES TIDORE DARI TAHANAN POLRES HALTENG. NEGERI FAGOGORU MENANGIS

  KawankitaNews web id

SUARA DARI TAHANAN: KEKAYAAN NIKEL MENGALIR, TAPI RAKYAT FAGOGORU KESULITAN CARI MAKAN

HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA. 22 September 2026
– Dari balik dinginnya jeruji tahanan Polres Halmahera Tengah, seorang anak negeri Fagogoru bersuara. Namanya Marnes Tidore, alias Eton, warga Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat. Ia ditahan bersama Temannya.
Ia bersuara jujur tentang apa yang ia alami bersama teman.
Di atas tanah Fagogoru yang disebut kaya raya, di atas bumi yang dikeruk nikelnya siang dan malam, di bawah bendera investasi triliunan rupiah, Marnes Tidore berteriak mewakili ribuan perut yang lapar di kampung sendiri.
“Saya Marnes Tidore, warga Sibenpopo. Di tanah yang kaya nikel ini, pabrik berdiri megah, alat berat bergerak setiap hari. Namun kami masyarakat asli justru kewalahan mencari pekerjaan untuk hidup,” teriaknya sebelum ditahan.
Ini bukan ujaran kebencian. Ini adalah jeritan hati nurani.

Halmahera Tengah adalah Negeri Fagogoru negeri adat yang mengajarkan persaudaraan, keadilan, dan kasih. Filosofi Fagogoru mengajarkan kita semua jangan biarkan tamu kenyang sementara tuan rumah kelaparan. Namun hari ini, filosofi itu diinjak-injak oleh keserakahan investasi.

Gunung dipindahkan. Udara berubah. Laut tercemar. Lalu apa yang didapat anak cucu Sibenpopo, Patani, Weda ?
Hanya debu. Hanya jadi penonton orang lain bekerja di tanah leluhurnya sendiri.

Untuk Kapolres Halmahera Tengah dan Jajarannya dan Bapak Wakil Bupati putra terbaik Negeri Fagogoru ini,
Kami tidak meminta Bapak membangkang hukum. Kami mengetuk pintu hati nurani Bapak sebagai putra Fagogoru.

Lihatlah siapa yang di tahan hari ini.
Marnes Tidore bukan koruptor. Bukan pengedar narkoba. Ia adalah putra daerah yang menagih janji. Ia tidak meminta sedekah, ia meminta HAK.

Hak untuk bekerja yang layak di tanahnya sendiri.

● Jika suara seperti ini dibungkam dengan borgol, maka untuk siapa Polres Halmahera Tengah berdiri ?
● Untuk menjaga investasi atau menjaga rakyat Fagogoru ?

Tahanlah penjahat yang merampok kekayaan negeri ini. Jangan tahan rakyat yang mengingatkan bahwa kekayaan itu harusnya untuk rakyat.

Hari ini masyarakat sibenpopo, Halmahera Tengah menunggu kebijaksanaan pak wakil bupati dan Polres Halteng. Tunjukkan bahwa Polisi di Negeri Fagogoru masih punya telinga untuk rakyat kecil, masih punya hati untuk rakyat.

Maka kami menuntut dengan tegas:

1. BEBASKAN MARNES TIDORE DAN TEMANNYA. Mereka adalah suara rakyat, bukan musuh negara.
2. DENGARKAN TUNTUTANNYA. Berikan porsi kerja layak 80% untuk warga asli Halmahera Tengah di semua perusahaan nikel.
3. BUKTIKAN FAGOGORU MASIH HIDUP. Jangan biarkan adat Fagogoru hanya jadi slogan, sementara rakyatnya terpinggirkan.
Dari Desa Sibenpopo, untuk Keadilan di Negeri Fagogoru.

Red/”BUNG”

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *