kawankitanews.web.id – Kasus pembunuhan yang terjadi di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali mengungkap fakta haru terkait kehidupan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Korban berinisial H (25) ternyata masih sempat melakukan percakapan terakhir dengan ibu angkatnya, Mudi’ah, beberapa hari sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
Mudi’ah mengungkapkan bahwa korban sempat mendatanginya di tempat kerja dan meminta dibelikan minuman dingin karena merasa haus.
“Dia bilang, ‘Mak, belikan es, Mak. Saya haus sekali’. Saya jawab nanti Mama ke sana kasih es,” ujar Mudi’ah sambil menahan kesedihan.
Ia menjelaskan bahwa korban menjalani aktivitas harian yang cukup padat. Selain mengajar di pondok pesantren, korban juga bekerja tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Biasanya dia berangkat pagi sekitar jam delapan untuk mengajar di pondok pesantren,” ungkapnya.
Mudi’ah mengaku sangat terpukul saat mengikuti proses reka ulang kasus pembunuhan yang diperagakan oleh pihak kepolisian bersama para tersangka. Ia menilai tindakan pelaku sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.
“Sadis sekali. Dia tidak berdaya,” ucapnya lirih.
Ia juga meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami berharap pelaku dihukum seadil-adilnya,” tegasnya.
Sebelumnya, korban H (25) ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, pada Rabu (29/4/2026) malam. Polisi telah mengamankan dua tersangka berinisial S dan F pada Jumat (1/5/2026) untuk proses penyidikan lebih lanjut.(Herman)

