kawankitanews.web.id— Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, mendorong Yonif TP 449/SH bersama PMI Sukoharjo, BPBD Sukoharjo, dan Puskesmas Sukoharjo turun langsung membantu masyarakat. Mereka menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik terdampak pada Sabtu (15/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyalurkan tiga tangki air bersih dengan total sekitar 16 ribu liter. Petugas mendistribusikan bantuan ke Dukuh Jarum RT 1/11, Desa Kedungjambal, serta Dukuh Banaran RT 2/8, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari.
Warga menyambut kedatangan bantuan dengan antusias. Sejumlah warga telah menyiapkan ember dan jerigen untuk menampung air bersih yang mereka perlukan untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua PMI Sukoharjo dr. Kunari Mahanani mengatakan musim kemarau panjang telah memperluas dampak kekeringan di sejumlah wilayah Sukoharjo, termasuk Kecamatan Tawangsari.
“Kami bersama Yonif TP 449/SH, BPBD Sukoharjo dan Puskesmas Sukoharjo bersinergi untuk meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” kata Kunari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung penyaluran air bersih. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dapat mempercepat bantuan kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan mendapatkan air.
Kepala Desa Kedungjambal Suminto, S.P., turut menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia mengatakan Dukuh Jarum menjadi salah satu wilayah yang mengalami kekurangan air cukup serius selama musim kemarau.
“Terima kasih kepada semua pihak Yonif TP 449/SH, PMI Sukoharjo, BPBD Sukoharjo dan Puskesmas Sukoharjo yang telah membantu warga kami. Dalam kondisi kemarau saat ini, memang Dukuh Jarum yang paling kekurangan air,” ujar Suminto.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Sementara itu, Kapten Inf Sumardi, Danki Peternakan Yonif TP 449/SH, mengatakan pihaknya berkomitmen membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. Ia menegaskan TNI akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan dapat berlanjut.
“Saat ini kami di MA (Marshaling Area) Yonif TP 449/SH telah ada satu mobil tangki air. Kendaraan ini bisa digunakan sewaktu-waktu untuk dropping air bersih,” jelas Sumardi.
Menurutnya, Yonif TP 449/SH akan terus membuka koordinasi dengan PMI, BPBD, Puskesmas, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut bertujuan agar penyaluran air bersih dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut menunjukkan sinergi antara TNI, PMI, BPBD, Puskesmas, dan pemerintah desa dalam menghadapi dampak musim kemarau. Kehadiran bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga Tawangsari sekaligus membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar selama kekeringan.
Yonif TP 449/SH juga memastikan kendaraan tangki air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyaluran bantuan apabila masyarakat kembali membutuhkan air bersih.(Red)

