9 Oktober 2026

Judul: Terminal Teluk Lamong: Integrasi Pelindo Bawa Dampak Positif bagi Pelabuhan Nasional  

📸 Keterangan Foto Integrasi bersama Pelindo membawa dampak positif nyata bagi kinerja dan layanan Terminal Teluk Lamong serta pelabuhan nasional.

Kawankitanews.web.id — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) membuktikan bahwa integrasi pascamerger bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membawa dampak positif nyata bagi pelabuhan nasional. Dalam kurun lima tahun, TTL melipatgandakan kinerja, mempercepat layanan, serta memperluas jangkauan pengelolaan terminal untuk mendorong efisiensi logistik dan daya saing maritim Indonesia.

 

Arus peti kemas TTL naik lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Volume tumbuh dari 780.160 TEUs pada 2021 menjadi 2.187.964 TEUs pada 2025. Pertumbuhan terus berakselerasi dengan kenaikan 55,9 persen pada 2024 dan melonjak 64,6 persen pada tahun berikutnya. Angka ini menegaskan bahwa integrasi organisasi dan standarisasi layanan yang diterapkan Pelindo berjalan efektif.

 

TTL juga memperkuat kepemimpinan di pelabuhan Tanjung Perak. Perusahaan menerima penyerahan operasi TPK Nilam pada 2024 dan TPK Berlian pada 2025. Kini TTL mengelola tiga terminal peti kemas yang beroperasi secara terpadu: TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Pengelolaan terintegrasi ini memungkinkan pembagian beban kerja yang merata, pemanfaatan sumber daya yang efisien, serta standar layanan yang seragam di seluruh terminal.

 

Peningkatan kualitas layanan terlihat jelas pada pelayanan kapal. TTL menyempurnakan pola operasi dan berkolaborasi dengan tim pemanduan kapal, sehingga berhasil menurunkan rata-rata waktu tunggu kapal dari 6,67 jam menjadi hanya 1,83 jam. Penerapan konsep Berthing Priority dan Berthing Window memberikan kepastian jadwal sandar kapal, sementara program EAZI (Express Anchorage Zone Service) yang diluncurkan pada 2026 semakin mempercepat proses pelayanan kapal di area labuh.

 

Digitalisasi menjadi pilar utama dalam transformasi tersebut. TTL menerapkan Terminal Booking System (TBS) guna mengatur kedatangan truk secara teratur, meningkatkan kapasitas penanganan, serta memperpendek waktu putaran kendaraan. Sistem Integrated Planning & Control juga dikembangkan agar seluruh perencanaan dan pengendalian terminal berjalan berbasis data dan terintegrasi penuh.

 

David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, menyatakan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penyatuan di bawah Pelindo membawa arah yang tepat bagi kemajuan pelabuhan nasional.

“Integrasi bukan sekadar penggabungan nama atau organisasi. Kami membangun cara kerja yang lebih rapi, cepat, dan transparan. Dampaknya tidak hanya dirasakan di Tanjung Perak, tetapi ikut mengangkat standar pelayanan pelabuhan di seluruh negeri. Kami berkontribusi langsung pada efisiensi logistik nasional,” ujar David di Surabaya, Selasa (7/10/2026).

 

TTL kini menyiapkan langkah ke depan menuju ekosistem terminal yang pintar, hijau, dan berkelanjutan. Perusahaan terus memperkuat konektivitas digital dengan mitra, mendorong efisiensi energi, serta menerapkan standar lingkungan yang ketat. TTL berkomitmen menjadikan hasil positif lima tahun ini sebagai fondasi untuk layanan yang semakin andal, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.(Red)

 

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *