10 Juni 2026

Jacob Ereste Dorong BGN Libatkan Koperasi Desa Merah Putih dalam Program Makan Bergizi Gratis

Keterangan foto: Jacob Ereste mendorong BGN menggandeng Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan ekonomi rakyat.

kawankitanews.web.id– Pengamat sosial dan budayawan Jacob Ereste mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih dan masyarakat setempat.

Menurutnya, langkah tersebut dapat memperluas manfaat program sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa.

Jacob menilai pelaksanaan MBG tidak hanya harus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, ia mengusulkan agar BGN memanfaatkan jaringan Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra dalam penyediaan bahan pangan dan distribusi kebutuhan program.

“Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi penghubung antara kebutuhan MBG dan potensi ekonomi masyarakat lokal.

Dengan begitu, manfaat program tidak hanya dirasakan penerima makanan, tetapi juga petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil di daerah,” ujar Jacob Ereste dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Jacob, keterlibatan koperasi akan membantu menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien dan transparan.

Selain itu, pemerintah dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia di daerah sehingga biaya operasional program dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas layanan.

Ia juga menilai Koperasi Desa Merah Putih memiliki posisi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan bagi dapur MBG.

Dengan pola kerja sama yang terintegrasi, koperasi dapat menyerap hasil produksi masyarakat setempat sekaligus mendukung keberlangsungan program pemerintah.

Jacob menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat jika pemerintah melibatkan lebih banyak unsur masyarakat dalam pelaksanaannya.

Ia meyakini setiap daerah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.

“Jika bahan pangan dibeli dari petani lokal, telur dari peternak setempat, dan kebutuhan lainnya dipasok oleh pelaku usaha desa, maka perputaran ekonomi akan terjadi di daerah itu sendiri. Inilah yang akan memperkuat ekonomi rakyat,” katanya.

Selain melibatkan koperasi, Jacob juga mendukung keterlibatan kantin sekolah, kelompok PKK, dan komunitas lokal dalam mendukung pelaksanaan MBG.

Menurutnya, partisipasi masyarakat akan membuat program lebih dekat dengan kebutuhan penerima manfaat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap program pemerintah.

Ia menegaskan bahwa BGN perlu menyusun pedoman yang jelas serta melakukan pengawasan yang ketat agar kualitas makanan, standar gizi, dan keamanan pangan tetap terjaga.

Dengan tata kelola yang baik, kolaborasi antara BGN dan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi model pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Jacob berharap pemerintah menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat perekonomian desa.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.

“MBG harus menjadi program yang membangun kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Jika Koperasi Desa Merah Putih dilibatkan secara optimal, manfaat program akan semakin besar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia optimistis sinergi antara BGN, Koperasi Desa Merah Putih, dan masyarakat lokal dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat,memperluas lapangan usaha, serta memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan nasional.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *