10 Oktober 2026

Hadapi Era AI, Prof Fasli Jalal Minta Lulusan Al-Azhar Diniyyah Jambi Jadi Pembelajar

Prof. Fasli Jalal menyampaikan orasi ilmiah kepada wisudawan Al-Azhar Diniyyah Jambi.

Kawankitanews.web.id — Prof. Dr. Fasli Jalal, Sp.GK., Ph.D. meminta lulusan STKIP dan STIT Al-Azhar Diniyyah Jambi terus belajar dan beradaptasi menghadapi perkemban wegan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, perubahan teknologi akan terus memengaruhi dunia kerja sehingga lulusan perlu memperbarui kompetensi secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Fasli saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda STKIP ke-XIV dan STIT ke-X Al-Azhar Diniyyah Jambi, Sabtu (15/8/2026).

Prof. Fasli mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana bukan akhir dari proses pendidikan. Setelah menyelesaikan kuliah, mereka justru memasuki fase kehidupan yang menuntut kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil keputusan.

“Kita pantas berbahagia, mensyukuri, dan merayakan keberhasilan ini. Namun, segera menyiapkan diri, karena sebetulnya kita tidak berhenti dengan kelulusan ini. Kita justru baru memasuki fase yang jauh lebih menantang,” kata Prof. Fasli.

Wisuda Menjadi Awal Perjalanan

Prof. Fasli mendorong para lulusan segera menyusun roadmap kehidupan. Mereka perlu menentukan bidang yang ingin ditekuni, profesi yang akan dikembangkan, sektor pengabdian, maupun kontribusi sosial yang ingin diberikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kampus selama ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan bimbingan ketika menghadapi persoalan. Dosen, pembimbing akademik, program studi, dan pimpinan perguruan tinggi membantu mahasiswa menjalani proses pendidikan.

Situasi tersebut berbeda dengan kehidupan setelah lulus. Dunia nyata menuntut seseorang bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil.

“Di kehidupan nyata tidak ada lagi kesempatan untuk mengulang seperti di kampus,” ujarnya.

Karena itu, Prof. Fasli meminta lulusan membangun mental mandiri dan terus meningkatkan kemampuan setelah menerima ijazah.

AI Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja

Perkembangan AI menjadi salah satu faktor yang mempercepat perubahan dunia kerja. Teknologi mampu membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan, termasuk pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan keterampilan khusus.

Prof. Fasli mengingatkan bahwa pengetahuan dan kompetensi yang seseorang miliki hari ini belum tentu tetap relevan dalam beberapa tahun mendatang.

“Ilmu yang kita miliki hari ini mungkin beberapa tahun ke depan tidak berguna lagi. Ilmu tersebut menjadi obsolete, menjadi tertinggal, menjadi kuno, dan tidak relevan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan. Mereka harus mengikuti perkembangan teknologi dan mempelajari keterampilan baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Prof. Fasli menilai kemampuan belajar kembali menjadi salah satu modal penting bagi lulusan untuk menghadapi perubahan. Mereka tidak boleh hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah.

Jadilah Pembelajar Sepanjang Hayat

Konsep pembelajar sepanjang hayat menjadi salah satu pesan utama Prof. Fasli kepada para wisudawan. Ia menilai proses belajar dapat berlangsung melalui pekerjaan, pengalaman, lingkungan sosial, perkembangan teknologi, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan terus belajar, lulusan dapat memperbarui kompetensi sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan persoalan.

Prof. Fasli juga mengingatkan para lulusan untuk mengembangkan kemampuan yang tidak mudah digantikan oleh teknologi, seperti empati, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, kepedulian, dan kemampuan membangun hubungan antarmanusia.

Pesan untuk Lulusan Tiga Program Studi

Dalam orasinya, Prof. Fasli juga menyampaikan pesan khusus kepada lulusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Ia menekankan kepada lulusan PG PAUD bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membangun fondasi perkembangan manusia. Karena itu, lulusan PG PAUD memiliki ruang pengabdian yang luas untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Kepada lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Fasli menyebut kemampuan berbahasa Inggris sebagai modal untuk membuka akses ke dunia global.

“Bahasa Inggris adalah pintu dunia. Kalau kita mampu berbahasa Inggris, ke mana pun dunia selalu terbuka,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan lulusan PBI agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis berbahasa. Mereka perlu mengembangkan empati, karakter, dan kemampuan membangun relasi karena aspek kemanusiaan tidak dapat sepenuhnya digantikan AI.

Sementara kepada lulusan Pendidikan Agama Islam, Prof. Fasli menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia.

Siapkan Masa Depan

Prof. Fasli juga meminta para lulusan segera menentukan arah kehidupan setelah wisuda. Mereka dapat memilih menjadi profesional, menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan profesi, maupun berkontribusi melalui kegiatan sosial.

“Para lulusan harus segera merapatkan barisan, menyiapkan roadmap, mau bergerak di sektor mana, apakah menciptakan pekerjaan, mengembangkan profesi, atau melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Ia berharap para lulusan Al-Azhar Diniyyah Jambi tidak hanya mengandalkan ijazah ketika memasuki dunia kerja. Mereka perlu mengembangkan kompetensi, mengikuti perkembangan teknologi, membangun jejaring, dan menjaga karakter.

“Hari ini menjadi mahasiswa, sekarang menjadi lulusan. Jadilah pendidik, tetapi juga jadilah pembelajar sepanjang hayat dan menjadi pemimpin masa depan untuk membangun peradaban yang lebih baik,” pungkas Prof. Fasli.

Pesan tersebut menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir. Di tengah perkembangan AI dan perubahan kebutuhan dunia kerja, lulusan harus terus belajar agar mampu beradaptasi dan tetap relevan.

Dengan ilmu, kompetensi, karakter, dan kemauan belajar sepanjang hayat, para lulusan diharapkan mampu menghadapi perubahan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, Jambi, dan Indonesia.(Kontributor Rochman)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *