10 Oktober 2026

Di Tengah Modernisasi Surabaya, Tradisi Maulidan Wonokromo Tetap Terjaga

Keterangan foto: Jamaah putri Musholla Wonokromo SS mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kawankitanews.web.id— Modernisasi terus mengubah wajah Kota Surabaya. Pertumbuhan hunian, aktivitas perdagangan, perkembangan teknologi, dan perubahan gaya hidup masyarakat semakin terasa di berbagai kawasan.

Namun, perubahan tersebut tidak membuat masyarakat Wonokromo meninggalkan tradisi keagamaan yang telah mereka jaga selama bertahun-tahun.

Salah satu tradisi yang masih hidup hingga kini yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jamaah Jam’iyah Majelis Taklim Musholla Putri Wonokromo SS kembali menggelar kegiatan Maulidan pada Rabu, 2 September 2026.

Hj. Ernawati memimpin kegiatan tersebut bersama para jamaah putri di lingkungan sekitar Musholla Putri Wonokromo SS.

Mereka mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan khidmat.

Para jamaah tidak hanya menjadikan Maulidan sebagai kegiatan rutin tahunan.

Mereka juga memanfaatkannya untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

Suasana kegiatan semakin semarak ketika Hadroh Badrun Nada Asmaul Husna melantunkan shalawat.

Alunan hadroh mengiringi jamaah dalam mengikuti rangkaian peringatan sekaligus menghadirkan suasana religius di lingkungan Musholla Putri Wonokromo SS.

Panitia juga menghadirkan KH. M. Rofiuddin Al Hafidz untuk memberikan tausiyah kepada jamaah.

Dalam ceramahnya, ia membahas Surat Al-Ahzab ayat 56 yang berisi perintah Allah SWT kepada orang-orang beriman agar senantiasa bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

KH. M. Rofiuddin menjelaskan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagaimana tergambar dalam ayat tersebut.

Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, kemudian Allah memerintahkan umat Islam untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau.

Ia mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan kepada Nabi perlu diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan keteladanan beliau.

Kegiatan Maulidan di Wonokromo SS memiliki keunikan karena jamaah putri menjadi bagian utama dalam pelaksanaan kegiatan.

Mereka membangun suasana kekeluargaan yang membuat hubungan antarjamaah semakin erat.

Wonokromo sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan perdagangan di bagian selatan Surabaya. Perkembangan kawasan tersebut terus berlangsung dan mendorong perubahan kehidupan masyarakat.

Bangunan hunian semakin banyak, populasi bertambah, dan mobilitas warga semakin tinggi.

Meski menghadapi perubahan tersebut, masyarakat tetap mempertahankan budaya keagamaan.

Mereka menjadikan kegiatan Maulidan sebagai salah satu cara untuk merawat kearifan lokal dan menjaga hubungan sosial antarwarga.

Tradisi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejarah kehidupan religius masyarakat Wonokromo.

Kawasan ini memiliki jejak sejarah keagamaan yang panjang, termasuk keberadaan tempat ibadah yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.

Bagi jamaah Musholla Putri Wonokromo SS, Maulidan bukan sekadar acara seremonial.

Mereka menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbanyak shalawat, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan mengingat kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Konsistensi jamaah menggelar Maulidan setiap tahun menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih memiliki tempat penting di tengah masyarakat metropolitan. Mereka mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan budaya dan nilai religius yang telah diwariskan.

Tradisi Maulidan di Wonokromo pun terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Di tengah modernisasi Surabaya yang bergerak cepat, jamaah tetap menjaga tradisi tersebut agar tidak hanya bertahan hari ini, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.(Muklis/Dyah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *