KawankitaNews web .id
HALMAHERA TENGAH, 14 Agustus 2026
— Kabupaten Halmahera Tengah, daerah otonom di Provinsi Maluku Utara dengan ibu kota Weda, dikenal dengan sebutan Bumi Fagogoru. Tanah ini menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, menjadi salah satu pusat industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia, termasuk kawasan raksasa PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berdiri megah di Kecamatan Weda Tengah
Pabrik berdiri tegak, cerobong mengepul, truk-truk raksasa hilir mudik mengangkut kekayaan bumi. Investasi masuk triliunan rupiah, industri tumbuh pesat, dan hasil tambang dinegeri ini di kirim keseluruh mancanegara.
Namun di balik kemegahan itu, kenyataan memilukan justru menyapa mata. Masyarakat Desa Lingkar Tambang mereka yang tanahnya dikeruk, udaranya tercemar, lingkungannya berubah justru hidup dalam pas-pasan, penuh kekurangan.
Harta kekayaan alam yang terkandung di bawah tanah mereka seharusnya membawa kemakmuran.
Namun kenyataannya: tanah dikeruk, kekayaan dibawa pergi, namun rakyatnya tetap hidup susah. Makan cukup, pakaian sederhana, kebutuhan sehari-hari penuh perhitungan.
Ini adalah pertanyaan tajam untuk semua pihak :
Jika tanah mereka adalah sumber kekayaan besar bangsa ini, mengapa mereka yang tinggal di atasnya justru belum menikmati hasilnya ?
● Apakah kemajuan itu hanya milik perusahaan dan pemodal, sementara warga asli hanya menjadi penonton kemiskinan di tanah sendiri ?
Bumi Fagogoru kaya raya. Rakyatnya pun berhak makmur. Jangan biarkan kekayaan alam di negeri ini menjadi berkah bagi orang lain, namun tetap menjadi kutuk bagi pemilik tanah aslinya.
Keadilan harus ditegakkan Hasil bumi ini adalah milik semua anak negeri, bukan segelintir orang saja.
Red/”Bung”

