12 Oktober 2026

Polemik Gus Kikin, Forkompeta Jatim Serukan Tabayun dan Jaga Marwah NU

Ketua Forkompeta Jatim Syaifudin menyerukan tabayun dan menjaga marwah NU di tengah polemik Gus Kikin.

Kawankitanews web.id – Polemik terkait Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, mendapat perhatian dari Forum Komunitas dan Pemerhati Tambang (Forkompeta) Jawa Timur.

Ketua Forkompeta Jatim Syaifudin meminta warga Nahdliyin mengedepankan tabayun dan menjaga marwah Nahdlatul Ulama (NU) di tengah munculnya berbagai pernyataan mengenai Gus Kikin.

Syaifudin menyampaikan sikap tersebut setelah Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur melontarkan pernyataan yang menyinggung kemampuan Gus Kikin dalam mengaji kitab kuning.

Menurut Syaifudin, pernyataan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan dapat memengaruhi persepsi publik terhadap Gus Kikin. Ia menilai masyarakat perlu menyikapi informasi mengenai tokoh agama dengan hati-hati dan tidak langsung mempercayai setiap narasi yang beredar.

“Pernyataan Gus Lilur itu fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar,” ujar Syaifudin dalam keterangan pers di Surabaya, Rabu (2/9/2026).

Forkompeta Jatim Tekankan Pentingnya Tabayun

Syaifudin mengatakan tradisi pesantren mengajarkan umat untuk melakukan tabayun sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi.

Karena itu, ia meminta warga Nahdliyin memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum memberikan penilaian terhadap seseorang, terlebih ketika informasi tersebut menyangkut kompetensi keagamaan seorang ulama atau kiai.

“Tradisi pesantren itu tabayun, bukan melempar fitnah murahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan di lingkungan NU tidak berkembang menjadi konflik personal. Menurutnya, setiap kritik tetap dapat disampaikan, tetapi harus menggunakan argumentasi yang bertanggung jawab serta menghormati etika.

Syaifudin berharap warga NU dapat menjaga suasana tetap kondusif dan tidak ikut memperbesar polemik melalui penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Soroti Kepemimpinan Gus Kikin di PBNU

Syaifudin juga menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU terpilih. Ia berharap kepemimpinan tersebut mampu memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Menurutnya, PBNU membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga integritas organisasi sekaligus mendorong program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai Gus Kikin memiliki latar belakang dan pengalaman sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Atas dasar itu, Syaifudin meminta masyarakat tidak menilai kapasitas seseorang hanya berdasarkan potongan pernyataan yang beredar di ruang publik.

“Gus Kikin itu sosok yang bersih, berwibawa, dan punya integritas profesional,” ujar Syaifudin.

Minta Nahdliyin Jaga Marwah NU

Syaifudin menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, ia meminta seluruh pihak tetap menjaga persaudaraan dan tidak menggunakan narasi yang dapat memicu perpecahan.

Ia mengajak warga Nahdliyin, khususnya di Jawa Timur, untuk fokus memperkuat persatuan dan mendukung program organisasi yang memberikan manfaat bagi umat.

“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat warga NU terpecah. Mari kita kedepankan tabayun dan menjaga marwah NU,” tegasnya.

Forkompeta Jatim berharap semua pihak dapat menyikapi polemik Gus Kikin secara bijak. Dialog, tabayun, dan mekanisme organisasi dinilai menjadi jalan yang lebih baik untuk menyelesaikan perbedaan sekaligus menjaga soliditas Nahdliyin.

Dengan mengedepankan tabayun, Forkompeta Jatim mendorong warga NU tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang beredar. Sikap tersebut dinilai penting agar polemik tidak mengganggu persatuan Nahdliyin dan agenda PBNU ke depan.(Red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *