kawankitanews.web.id— Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjaga kerukunan di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ketua Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel, Rubi, mengajak seluruh masyarakat Banua menjaga suasana daerah tetap aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.
Rubi menilai peringatan kemerdekaan tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu. Menurutnya, masyarakat juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persaudaraan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang belum terverifikasi. Rubi menilai informasi yang tidak jelas sumbernya dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan antarwarga.
“Masyarakat jangan mudah terpengaruh oleh provokasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang dapat memicu kesalahpahaman antarkelompok,” ujar Rubi.
Rubi mengatakan masyarakat perlu membangun komunikasi yang baik dan menghormati perbedaan untuk menciptakan kondisi sosial yang aman. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu yang berkembang di ruang publik.
” Kondisi sosial yang aman dan harmonis hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga komunikasi, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terpancing oleh isu yang berkembang,” katanya.
Keberagaman Jadi Kekuatan
Rubi menegaskan keberagaman masyarakat Kalimantan Selatan harus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Perbedaan adat, suku, agama, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling berhadapan.
Sebaliknya, ia mendorong masyarakat menjadikan perbedaan sebagai dasar untuk memperkuat sikap saling menghormati dan membangun kebersamaan.
Rubi juga mengingatkan masyarakat agar menjaga ruang publik dan media sosial dari narasi yang dapat memicu permusuhan. Ia meminta warga lebih selektif saat menerima maupun membagikan informasi, terutama jika informasi tersebut berasal dari sumber yang tidak jelas.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan. Warga dapat memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
Angkat Falsafah Masyarakat Dayak
Dalam pesannya, Rubi turut mengangkat falsafah masyarakat Dayak, “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.”
Falsafah tersebut menjadi pengingat mengenai pentingnya menjunjung keadilan, kebaikan, dan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rubi berharap semangat bulan kemerdekaan dapat mendorong masyarakat Kalimantan Selatan terus menjaga persaudaraan dan tidak memberikan ruang bagi berbagai upaya yang dapat memecah belah kehidupan sosial.
Bagi AMAN Kalsel, kerukunan masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk membangun daerah dan mendukung kemajuan Indonesia.
Dengan menjaga kedamaian Banua, menghargai perbedaan, serta memperkuat persatuan, Rubi berharap Kalimantan Selatan tetap menjadi daerah yang aman, harmonis, dan kondusif.(Herman Soetiady)

