8 Agustus 2026

Kominfo Jatim dan Kemkomdigi Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Digital ASN Lewat Cerdig Batch 3

Keterangan foto: Kominfo Jatim bersama BPSDM Kemkomdigi RI menggelar Cerdig Batch 3 untuk meningkatkan kompetensi digital ASN menuju birokrasi digital yang adaptif dan profesional.

kawankitanews.web.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (BPSDM Kemkomdigi RI) menggelar Pelatihan Literasi Digital Cerdas Digital (Cerdig) Batch 3 sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan bertema “Transformasi ASN Menuju Birokrasi Digital yang Adaptif” tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (4/8/2026).

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan implementasi pemerintahan digital sekaligus memperkuat kapasitas ASN agar mampu menghadapi tantangan transformasi teknologi di lingkungan birokrasi.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan peningkatan kompetensi digital ASN merupakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pemerintah menargetkan 90 persen ASN di Indonesia memiliki kompetensi digital yang optimal pada tahun 2029.

Sherlita mengungkapkan, hasil pemetaan kompetensi digital ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2025 menunjukkan sebanyak 32,48 persen ASN telah memiliki kompetensi digital yang optimal. Sementara itu, 67,52 persen lainnya masih memerlukan peningkatan kemampuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik berbasis digital.

“Penguatan kompetensi digital menjadi kebutuhan mendesak agar ASN mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memberikan pelayanan publik yang semakin efektif dan profesional,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan Cerdig Batch 3 mampu membangun budaya kerja digital di lingkungan pemerintah daerah, meningkatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, memperkuat keamanan informasi, melindungi data pribadi, serta mendorong pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijaksana.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja digital, meningkatkan kolaborasi, memperkuat keamanan informasi, serta memanfaatkan Artificial Intelligence secara bijak guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan dan Lansia BPSDM Kemkomdigi RI, Bambang Tri Santoso, menegaskan transformasi digital tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur maupun aplikasi, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya ASN sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, ASN harus mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, bijak, dan bertanggung jawab agar dapat menjadi motor penggerak transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

“ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki literasi digital yang kuat,” tegas Bambang.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari BPSDM Kemkomdigi RI, Machmudan Sadik, memaparkan konsep kecakapan digital dasar melalui pendekatan 3S + AI, yaitu Smartphone, Social Media, Search Engine, dan Artificial Intelligence. Ia menjelaskan pentingnya kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara produktif sekaligus menjaga keamanan data pribadi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman siber.

Sementara itu, Pandu Literasi Digital Segmen Pemerintahan Kabupaten Banggai Laut, Dian Rizky Efilijunita, mengajak ASN menerapkan etika digital atau netiquette dalam setiap aktivitas di ruang digital. Ia menekankan pentingnya menjaga kesopanan dalam berkomunikasi, menghargai perbedaan, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta memahami dampak jejak digital.

Dian juga mengingatkan ASN agar berperan aktif mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai konten negatif lainnya. Selain itu, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence harus tetap mengedepankan prinsip transparansi, akurasi, etika, dan penghormatan terhadap hak cipta.

Melalui kolaborasi antara Kominfo Jatim dan BPSDM Kemkomdigi RI dalam penyelenggaraan Cerdig Batch 3, diharapkan kompetensi digital ASN di Jawa Timur terus meningkat.

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya birokrasi digital yang adaptif, profesional, inovatif, serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas kepada masyarakat.(Fajar)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *