kawankitanews.web.id– Budayawan dan penulis Jacob Ereste mengenang almarhum aktor senior Ray Sahetapy sebagai sosok seniman yang tidak hanya berkiprah di dunia perfilman, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai seni, budaya, filsafat, hingga persoalan sosial dan spiritual. Menurut Jacob, kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka sekaligus jejak pemikiran yang akan terus dikenang banyak orang. Ray Sahetapy wafat pada 1 April 2025 setelah beberapa tahun berjuang melawan masalah kesehatan.
Dalam tulisan reflektifnya, Jacob menceritakan bahwa hubungan persahabatannya dengan Ray Sahetapy telah terjalin sejak dekade 1980-an. Keduanya sering bertemu dalam berbagai kegiatan seni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, yang pada masa itu menjadi ruang berkumpul para seniman dan budayawan.
Persahabatan tersebut kemudian berkembang melalui berbagai forum diskusi, termasuk kegiatan yang rutin digelar bersama rekan-rekannya di Klinik Hukum Merdeka, Jakarta Timur. Dalam forum tersebut, Ray Sahetapy disebut aktif bertukar gagasan mengenai politik, kebudayaan, kehidupan sosial, hingga persoalan spiritual.
Jacob menilai Ray Sahetapy merupakan pribadi yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Menurutnya, aktor kelahiran Donggala itu selalu memberikan perhatian besar terhadap perkembangan seni dan kebudayaan Indonesia, sekaligus memiliki ketertarikan mendalam terhadap pemikiran filosofis.
Ia juga mengenang berbagai momen kebersamaan bersama Ray Sahetapy, mulai dari diskusi santai di kedai kopi hingga pertemuan di kediaman sang aktor di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Jacob mengaku banyak berdiskusi mengenai makna kehidupan, kebudayaan Nusantara, serta nilai-nilai spiritual.
Menurut Jacob, salah satu hal yang paling membekas adalah ketertarikan Ray Sahetapy terhadap filosofi rumpun bambu. Ia menilai pandangan tersebut mencerminkan cara Ray memahami kebersamaan, ketangguhan, dan identitas budaya Nusantara.
Selain dikenal sebagai aktor dengan kemampuan akting yang kuat, Jacob menilai Ray Sahetapy juga merupakan sosok yang gemar berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sahabat maupun kalangan muda. Sikap rendah hati dan kesediaannya berdialog dengan berbagai kalangan menjadi kesan yang selalu diingatnya.
Jacob juga mengenang komitmen Ray Sahetapy yang tetap meluangkan waktu menghadiri forum diskusi meski memiliki jadwal syuting yang padat. Baginya, hal tersebut menunjukkan besarnya kepedulian Ray terhadap ruang-ruang intelektual dan pertukaran gagasan.
Di akhir tulisannya, Jacob Ereste menyampaikan doa dan penghormatan kepada sahabatnya itu. Ia berharap karya, pemikiran, serta dedikasi Ray Sahetapy terhadap dunia seni dan kebudayaan Indonesia dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Menurut Jacob, Ray Sahetapy akan selalu dikenang bukan hanya sebagai aktor senior dengan prestasi membanggakan, tetapi juga sebagai sahabat, pemikir, dan budayawan yang memberikan warna dalam perjalanan seni serta kehidupan intelektual di Indonesia.(Kontributor Yacob)

