8 Agustus 2026

Krisis Moral dan Korupsi Jadi Sorotan, Jacob Ereste Dorong Kebangkitan Etika Bangsa

Keterangan foto: Budayawan Jacob Ereste menyerukan penguatan etika, moral, dan integritas sebagai fondasi membangun bangsa yang bersih dari korupsi.

Kawankitanews web.id  – Budayawan dan penulis Jacob Ereste menyoroti krisis moral dan maraknya praktik korupsi yang dinilainya masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Melalui pernyataan tertulis yang disampaikan di Banten, 29 Juli 2026, ia mengajak seluruh elemen bangsa membangkitkan kembali etika, moral, dan integritas sebagai fondasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jacob menilai Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang cerdas, tetapi kemajuan bangsa akan sulit terwujud apabila kecerdasan tersebut tidak disertai dengan tanggung jawab moral.

Menurutnya, penyalahgunaan jabatan, pelanggaran etika, dan praktik korupsi yang melibatkan sebagian oknum telah mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Ia berpendapat bahwa setiap pejabat publik, aparat penegak hukum, maupun penyelenggara negara harus menjunjung tinggi integritas dan menjalankan amanah sesuai dengan hukum serta nilai-nilai etika.

Menurutnya, kepercayaan publik hanya dapat dipulihkan apabila aparatur negara mampu memberikan teladan melalui sikap jujur, profesional, dan bertanggung jawab.

Dalam pandangannya, pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum semata.

Jacob mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan dengan membangun budaya antikorupsi, meningkatkan pendidikan karakter, serta memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Jacob juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat harus menjadi perhatian bersama.

Ia berharap kebijakan pemerintah semakin berpihak kepada kepentingan rakyat serta mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari penyalahgunaan wewenang.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya malu terhadap perbuatan yang melanggar hukum dan etika.

Menurutnya, nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar dapat membangun bangsa yang berintegritas.

Jacob menilai pendekatan spiritual juga memiliki peran penting dalam memperkuat karakter bangsa.

Ia mengimbau para pemimpin dan masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat akhlak, serta menjadikan nilai-nilai moral sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Menurut Jacob, kebangkitan etika bangsa harus dimulai dari diri sendiri sebelum diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan penyelenggaraan negara.

Ia meyakini perubahan akan tercapai apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen yang sama untuk menjaga integritas dan menolak segala bentuk korupsi.

“Kita harus mengembalikan etika, moral, dan akhlak sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat dapat pulih dan tata kelola negara akan semakin kuat,” ujar Jacob.

Di akhir pernyataannya, Jacob Ereste mengajak pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun gerakan moral yang berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam menciptakan Indonesia yang bersih, berintegritas, serta mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *