9 Agustus 2026

Pemkab Sidoarjo Optimalkan Pembersihan Afvoer dan Sungai Agar Aliran Air Tetap Lancar

Keterangan foto: Petugas Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo melakukan normalisasi sungai dan pembersihan afvoer untuk menjaga kelancaran aliran air serta mencegah banjir.

kawankitanews.web.id ⁴– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan pembersihan afvoer dan normalisasi sungai di berbagai wilayah selama musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir ketika musim penghujan tiba.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA), Pemkab Sidoarjo mengerahkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer untuk membersihkan saluran irigasi,

mengangkat sedimen, serta menyingkirkan sampah dan tanaman liar yang menghambat aliran air.

Pada Selasa (14/7/2026), Satgas Alat Berat melaksanakan normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo.

Selain itu, petugas juga membersihkan Saluran Porong Kanal di Kelurahan Porong, Saluran Mangetan Kanal di Desa Dungus,

serta melakukan normalisasi anak Afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.

Di saat yang sama, Satgas Afvoer bergerak secara serentak di sejumlah wilayah kerja. Tim wilayah Kota membersihkan Afvoer Kedunguling di Desa Larangan. Satgas UPTD Trosobo menangani Afvoer Buntung di Desa Balongbendo,

Afvoer Kepucang di Desa Jimbaran Wonoayu, dan Saluran Kedunguling di Desa Temu, Kecamatan Prambon.

Sementara itu, Satgas UPTD Porong membersihkan Afvoer Gedek di Desa Wates, Afvoer Ngingas di Desa Balongtani, serta Afvoer Kedungkampil di Desa Kedungsulo.

Satgas UPTD Sumput juga melakukan pembersihan afvoer di sejumlah kecamatan, meliputi Gedangan, Sukodono, Buduran, Waru, dan Taman.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin jaringan drainase agar saluran tetap berfungsi optimal.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo, Prayitno, mengatakan musim kemarau menjadi waktu yang paling tepat untuk mempercepat normalisasi sungai karena debit air lebih rendah sehingga pekerjaan pengerukan sedimen dapat dilakukan secara maksimal.

“Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah,” ujarnya.

Prayitno menjelaskan, normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang memiliki panjang sekitar empat kilometer dan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.

Selama proses tersebut, petugas mengeruk endapan sedimen, mengangkat sampah, membersihkan tumbuhan liar yang mempersempit aliran sungai, serta memperkuat tebing sungai untuk menjaga stabilitas bantaran.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kapasitas sungai dan saluran drainase agar mampu menampung debit air secara maksimal saat curah hujan meningkat.

“Kami berharap pekerjaan normalisasi sungai berjalan lancar sehingga seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi optimal dan mampu mengalirkan air dengan baik ketika musim penghujan tiba,” katanya.

Prayitno menambahkan, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah.

Ia mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih serta sistem drainase yang berfungsi optimal.

Dengan sungai dan afvoer yang terawat, Pemkab Sidoarjo berharap potensi banjir dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan nyaman.(Hil)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *