9 Agustus 2026

Transformasi Pertahanan Indonesia, TNI Kedepankan Doktrin Perisai Trisula Nusantara di Era Modern

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengesahkan Doktrin Perisai Trisula Nusantara sebagai langkah transformasi pertahanan Indonesia.

kawankitanews.web.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus melakukan transformasi pertahanan untuk menghadapi perkembangan ancaman global yang semakin kompleks.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengedepankan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara sebagai pedoman baru dalam menghadapi karakter peperangan modern.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengesahkan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2026).

Pengesahan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI menyesuaikan strategi pertahanan dengan perubahan pola perang yang berkembang di berbagai belahan dunia.

Dalam arahannya, Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah wajah peperangan secara signifikan.

Konflik modern kini tidak hanya mengandalkan kekuatan konvensional, tetapi juga melibatkan teknologi seperti drone tempur, peperangan elektronik, serangan siber, hingga perang informasi.(08/07/26)

“Perkembangan peperangan yang saat ini terjadi di berbagai negara menunjukkan perubahan yang sangat signifikan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Jenderal Agus Subiyanto.

Menurut Panglima TNI, perubahan doktrin menjadi langkah penting agar kekuatan pertahanan Indonesia mampu beradaptasi dengan dinamika keamanan global.

Ia menilai TNI harus memiliki kemampuan yang lebih terintegrasi, modern, dan responsif dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

“Saya berpendapat bahwa memang sudah saatnya kita mengubah doktrin untuk menghadapi peperangan masa kini,” tegasnya.

Doktrin Perisai Trisula Nusantara memperkuat konsep pembangunan kekuatan trimatra terpadu yang mengintegrasikan kemampuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Doktrin tersebut mengedepankan sinergi tiga matra sebagai satu kekuatan pertahanan yang saling mendukung.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa doktrin baru tersebut bukan menggantikan Doktrin Tri Dharma Eka Karma (Tridek), melainkan menjadi penyempurnaan dari doktrin yang telah dimiliki TNI sebelumnya.

“Jadi, bukan baru atau sebagai menggantikan doktrin Tridek,” ujar Brigjen TNI Muhammad Nas.

Secara substansi, Doktrin Perisai Trisula Nusantara memuat konsep operasi militer gabungan serta penguatan kemampuan pertahanan berbasis teknologi.

TNI juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan, sistem persenjataan berbasis jaringan, dan kemampuan siber untuk menghadapi tantangan peperangan masa depan.

Selain mengesahkan doktrin tersebut, Panglima TNI juga meresmikan sejumlah fasilitas pendukung di lingkungan Kodiklat TNI, seperti Workshop Drone dan Artificial Intelligence, Stadion Tri Matra, Lahan Aplikasi Ketahanan Pangan, serta ruang makan siswa Perwira Prajurit Karier.

Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya TNI meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan operasional dalam mendukung transformasi pertahanan nasional.

Melalui Doktrin Perisai Trisula Nusantara, TNI menegaskan komitmennya untuk membangun kekuatan pertahanan yang profesional, modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era baru.

Transformasi tersebut diharapkan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan serta menghadapi ancaman yang terus berkembang.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *