9 Agustus 2026

Momentum RUU Ketenagakerjaan Dinilai Jadi Peluang Partai Buruh Bangkit, Kata Jacob Ereste

Jacob Ereste menilai momentum pembahasan RUU Ketenagakerjaan menjadi peluang bagi Partai Buruh memperkuat konsolidasi dan memperjuangkan aspirasi pekerja.

kawankitanews.web.id – Pengamat sosial dan politik Jacob Ereste menilai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan menjadi momentum strategis bagi Partai Buruh untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas dukungan masyarakat menjelang agenda politik nasional berikutnya.

Dalam keterangannya di Banten, Minggu (5/7/2026), Jacob mengatakan pembahasan regulasi ketenagakerjaan seharusnya dimanfaatkan Partai Buruh bersama organisasi buruh untuk memperjuangkan kepentingan para pekerja sekaligus menunjukkan keberpihakan terhadap kelompok masyarakat kecil.

“Momentum pembahasan RUU Ketenagakerjaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat eksistensi organisasi buruh dan Partai Buruh agar mampu ikut menentukan arah pembangunan nasional melalui perjuangan yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Jacob menilai Partai Buruh tidak cukup hanya mengandalkan isu ketenagakerjaan. Menurutnya, partai tersebut juga perlu menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa, pegawai honorer, hingga pengemudi transportasi daring.

Ia menjelaskan bahwa kelompok-kelompok tersebut memiliki kepentingan yang sama dalam memperoleh perlindungan, kepastian ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan sehingga berpotensi menjadi basis dukungan yang kuat apabila mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Menurut Jacob, penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan perburuhan juga harus menjadi agenda utama. Ia berharap organisasi buruh mampu mencetak kader yang memahami persoalan ketenagakerjaan serta dapat memberikan pendampingan kepada pekerja yang menghadapi persoalan di tempat kerja.

Selain itu, ia mendorong Partai Buruh membangun program pemberdayaan bagi petani dan nelayan, termasuk membantu mengatasi persoalan distribusi pupuk, ketersediaan bahan bakar bagi nelayan, serta memperkuat koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Jacob juga mengajak Partai Buruh memperluas komunikasi dengan kalangan mahasiswa, pegawai honorer, dan pengemudi ojek online yang dinilainya memiliki potensi besar untuk terlibat dalam gerakan sosial maupun politik yang memperjuangkan hak-hak pekerja.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Jacob menyebut jumlah pekerja di berbagai sektor di Indonesia mencapai puluhan juta orang. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal politik yang besar apabila mampu dihimpun melalui program yang relevan dan konsisten.

Ia juga menyoroti hasil Pemilu 2024 yang menunjukkan Partai Buruh belum mampu melampaui ambang batas parlemen. Karena itu, ia menilai konsolidasi internal dan perluasan basis dukungan menjadi pekerjaan penting yang harus segera dilakukan.

Jacob berharap pembahasan RUU Ketenagakerjaan tidak hanya menghasilkan regulasi yang memberikan perlindungan lebih baik kepada pekerja, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan Partai Buruh sebagai kekuatan politik yang mampu memperjuangkan aspirasi buruh dan kelompok masyarakat marginal secara lebih luas.

Menurutnya, apabila Partai Buruh mampu menjaga konsistensi perjuangan dan menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, partai tersebut memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan publik dan berperan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan nasional pada masa mendatang.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *