8 Agustus 2026

Peserta Soroti Program Riau Training Center, Klaim Penempatan Kerja dan SIO Tak Sesuai Informasi

Keterangan foto: Dua peserta pelatihan menyampaikan keluhan terkait program Riau Training Center yang mereka nilai tidak sesuai dengan informasi saat pendaftaran.

kawankitanews.web.id  – Dua peserta pelatihan berinisial R dan M menyoroti program yang diselenggarakan Riau Training Center (RTC). Keduanya mengklaim penempatan kerja dan proses pengurusan Surat Izin Operator (SIO) yang mereka terima tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan saat mendaftar.

R dan M menyampaikan keluhan tersebut kepada awak media di Surabaya, Jumat (3/7/2026).

Mereka mengaku mengikuti program pelatihan dengan biaya yang berbeda. Salah satu peserta membayar Rp14 juta, sedangkan peserta lainnya mengikuti program senilai Rp8 juta yang disebut menawarkan penempatan kerja setelah pelatihan.

Menurut pengakuan keduanya, pihak penyelenggara sebelumnya menyampaikan bahwa peserta akan ditempatkan bekerja sebagai operator alat berat sesuai kompetensi yang diperoleh selama pelatihan.

Selain itu, mereka mengaku mendapat informasi bahwa pengurusan SIO akan diselesaikan sekitar tiga bulan setelah peserta mulai bekerja.

Namun, setelah ditempatkan di lokasi proyek, R dan M mengaku tidak menjalankan tugas sebagai operator alat berat.

Mereka menyebut justru bekerja sebagai helper dengan tugas mencuci alat berat, mengganti oli, serta membantu kebutuhan operasional di lapangan.

“Kami mengikuti program karena dijanjikan bekerja sebagai operator alat berat. Kenyataannya kami ditempatkan sebagai helper dan hingga kini SIO yang dijanjikan juga belum kami terima,” ujar keduanya.

Selain mempersoalkan penempatan kerja, kedua peserta juga mengaku menerima upah yang tidak sesuai dengan informasi awal.

Mereka menyatakan semula dijanjikan gaji sebesar Rp1 juta per bulan, namun hanya menerima sekitar Rp600 ribu setelah adanya pemotongan yang disebut sebagai biaya makan.

Kondisi tersebut, menurut pengakuan mereka, membuat keduanya memutuskan berhenti bekerja. Sebagai perantau,

mereka mengaku sempat mengalami kesulitan ekonomi hingga akhirnya mendapat bantuan dari seorang warga yang memberikan tempat tinggal sementara dan biaya perjalanan untuk kembali ke kampung halaman.

Kedua peserta berharap pihak penyelenggara memberikan penjelasan terkait pelaksanaan program, termasuk mekanisme penempatan kerja, pengurusan SIO, dan sistem pengupahan yang mereka terima selama mengikuti program tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Riau Training Center (RTC) belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi atas pengakuan yang disampaikan kedua peserta.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab kepada RTC untuk menyampaikan tanggapan atau penjelasan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Seluruh pernyataan dalam berita ini merupakan pengakuan dari para peserta. Kebenaran atas klaim tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak Riau Training Center serta pembuktian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(Mondy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *