24 Juni 2026

GMNI Desak TNI Usut Dugaan Keterlibatan Oknum dalam Aktivitas PETI di Desa Aek Nabara

Keterangan foto: Ketua GMNI Rajab Husein mendesak TNI mengusut dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas PETI di Desa Aek Nabara.

kawankitanews.web.id // Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Tentara Nasional Indonesia (TNI) segera mengusut dugaan keterlibatan seorang oknum berinisial Laban dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang hingga kini dilaporkan masih berlangsung di Desa Aek Nabara.

Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi dan laporan masyarakat yang menyebut dugaan keterlibatan oknum dalam memberikan perlindungan atau pengamanan terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

GMNI menilai informasi yang berkembang harus ditindaklanjuti secara serius melalui penyelidikan yang objektif, profesional, dan transparan.

Ketua GMNI, Rajab Husein, mengatakan aktivitas PETI tidak hanya melanggar ketentuan hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan serta mengganggu kehidupan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan.

“Jika dugaan tersebut benar, maka tidak boleh ada pihak yang kebal hukum. Kami mendesak TNI melakukan penyelidikan secara terbuka dan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat sesuai aturan yang berlaku,” kata Rajab.

GMNI juga meminta aparat penegak hukum menghentikan seluruh aktivitas PETI yang masih beroperasi di Desa Aek Nabara.

Menurut Rajab, penindakan tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga harus menyasar pemodal, koordinator, hingga pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap kegiatan ilegal tersebut.

Rajab menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa memandang status maupun jabatan seseorang.

Ia berharap aparat dapat mengungkap fakta secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus keadilan.

Selain itu, GMNI mengingatkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius apabila terus dibiarkan.

Karena itu, organisasi mahasiswa tersebut meminta seluruh instansi terkait memperkuat pengawasan dan melakukan langkah nyata untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.

GMNI menyatakan akan terus mengawal perkembangan persoalan ini hingga aparat berwenang mengambil tindakan konkret.

Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk mengawasi proses penegakan hukum demi melindungi kepentingan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di Desa Aek Nabara.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak TNI maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.

Oleh karena itu, seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum masih menunggu hasil penyelidikan dan pembuktian sesuai proses hukum yang berlaku.(Kontributor Magrifatulloh)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *