10 Juni 2026

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sidoarjo Memasuki Tahap Krusial, Keluarga Minta Kepastian

Keterangan foto: Pihak keluarga korban meminta kepastian hukum dalam penanganan kasus dugaan pencabulan anak yang sedang ditangani Polres Sidoarjo.

kawankitanews.web.id – Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur di wilayah hukum Polres Sidoarjo memasuki tahap krusial.

Keluarga korban meminta aparat kepolisian memberikan kepastian hukum serta mempercepat proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Perkembangan kasus tersebut menjadi perhatian keluarga setelah penyidik menyelesaikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun, gelar perkara yang diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait penanganan kasus belum terlaksana sesuai rencana.

Di sisi lain, korban kembali menjalani pemeriksaan tambahan oleh penyidik untuk melengkapi proses pengumpulan alat bukti dan pendalaman keterangan.

Radit, paman korban, mengatakan keluarga menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Namun, pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan cepat agar korban memperoleh keadilan.

“Kami meminta aparat penegak hukum menegakkan hukum secara konsisten sekaligus memberikan perlindungan kepada korban.

Kepastian hukum dan perlindungan psikologis anak harus menjadi perhatian utama,” ujar Radit, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, keluarga terus mengikuti perkembangan penanganan perkara dan berharap proses penyidikan segera menghasilkan langkah hukum yang jelas.

Ia menilai percepatan penanganan sangat penting mengingat kondisi psikologis korban yang masih membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Selain meminta kepastian hukum, keluarga juga berharap seluruh proses pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya trauma lanjutan selama proses hukum berlangsung.

Dalam proses pelaporan, keluarga dan sejumlah saksi telah memberikan keterangan kepada penyidik terkait peristiwa yang dilaporkan.

Informasi tersebut saat ini masih didalami sebagai bagian dari proses penyidikan.

Salah seorang saksi, Ahmad Basori, mengaku telah menyampaikan kepada penyidik mengenai informasi yang diketahuinya terkait perkara tersebut.

Keterangan saksi itu menjadi bagian dari materi yang sedang diverifikasi oleh aparat kepolisian.

Keluarga korban juga mengungkapkan bahwa anak yang menjadi korban mengalami dampak psikologis yang cukup berat pascakejadian.

Karena itu, mereka meminta dukungan dari lembaga perlindungan anak dan pihak terkait untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan yang memadai.

Kasus ini turut menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan anak dan hak korban untuk memperoleh keadilan.

Sejumlah pihak menilai penanganan perkara yang cepat, akuntabel, dan berperspektif korban anak menjadi bagian penting dalam upaya penegakan hukum.

Hingga berita ini ditulis, penyidik Polres Sidoarjo masih melanjutkan proses pemeriksaan saksi, pendalaman alat bukti,

serta tahapan penyidikan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pihak yang dilaporkan tetap memiliki hak hukum dan harus dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sesuai asas praduga tak bersalah dalam sistem peradilan pidana Indonesia.(Kontributor c)

Keterangan foto: Pihak keluarga korban meminta kepastian hukum dalam penanganan kasus dugaan pencabulan anak yang sedang ditangani Polres Sidoarjo.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *