10 Oktober 2026

ASMIPA Tutup Donasi Tali Kasih untuk Keluarga Mbak Lina, Solidaritas Tetap Mengalir di Tengah Duka

Keterangan foto: Keluarga besar ASMIPA menyalurkan tali kasih untuk keluarga Mbak Lina di tengah suasana duka.

kawankitanews.web.id — Duka menyelimuti keluarga besar Astana Mitra Pariwisata (ASMIPA) setelah ayahanda Mbak Lina, Vendor Resto Daharan Den Ayu, Yogyakarta, meninggal dunia. Mbak Lina diketahui merupakan salah satu pengurus DPD ASMIPA Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di tengah suasana kehilangan, keluarga besar ASMIPA memilih hadir memberikan dukungan. Organisasi tersebut menggalang donasi Tali Kasih sebagai bentuk solidaritas sekaligus kepedulian kepada keluarga almarhum.

Pengurus ASMIPA kemudian menutup penggalangan donasi sesuai batas waktu yang telah ditetapkan, yakni 13 September 2026. Dana yang berhasil dihimpun melalui semangat gotong royong anggota selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang, serta anggota ASMIPA dari unsur biro dan vendor turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum.

ASMIPA mendoakan agar Allah SWT mengampuni dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan amal kebajikannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Keluarga besar ASMIPA juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar mendapatkan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Pengurus DPD ASMIPA Yogyakarta Koordinasikan Donasi

Pengurus DPD ASMIPA D.I. Yogyakarta sebelumnya membuka penggalangan dana Tali Kasih melalui rekening resmi organisasi.

Wakil Ketua ASMIPA Yogyakarta, Mas Pandam, bersama Mas Caplin dan Mas Hari mengoordinasikan kegiatan tersebut. Mereka menjalankan penggalangan sebagai bagian dari kepedulian pengurus DPD ASMIPA Yogyakarta yang dipimpin Ketua DPD ASMIPA Yogyakarta, Ibu Ugie.

Anggota ASMIPA dari berbagai daerah dan unsur organisasi kemudian ikut memberikan dukungan. Mereka menyalurkan bantuan sesuai kemampuan masing-masing untuk membantu keluarga Mbak Lina.

Setelah batas waktu penggalangan berakhir pada 13 September 2026, pengurus resmi menutup donasi. Pengurus kemudian mengalokasikan dan menyerahkan dana sosial yang terkumpul kepada keluarga almarhum.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa ASMIPA tidak hanya menjalankan fungsi organisasi dan jejaring usaha pariwisata. Para anggotanya juga membangun kepedulian sosial melalui semangat kekeluargaan dan gotong royong.

Bunda Shofi: ASMIPA Hadir Saat Anggota Mengalami Musibah

Ketua Umum DPP ASMIPA, Umi Kulsum atau Bunda Shofi, memberikan apresiasi kepada seluruh anggota yang ikut bergerak membantu keluarga Mbak Lina.

“Donasi Tali Kasih bersama ini secara resmi kami tutup. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan, baik dari unsur biro maupun vendor ASMIPA, yang telah bergerak bersama dengan penuh keikhlasan untuk membantu keluarga rekan kita yang sedang berduka,” ujar Bunda Shofi.

Ia menilai solidaritas anggota tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah dana yang terkumpul. Menurutnya, aksi tersebut menunjukkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan persaudaraan yang terus dijaga dalam keluarga besar ASMIPA.

“Apa yang telah dilakukan bersama ini menunjukkan bahwa ASMIPA bukan hanya sebuah wadah atau organisasi, tetapi juga keluarga besar yang memiliki kepedulian dan rasa kebersamaan,” katanya.

Bunda Shofi menegaskan, keluarga besar ASMIPA perlu hadir ketika salah satu anggotanya menghadapi musibah.

“Ketika ada saudara kita yang mendapatkan musibah, sudah sepatutnya kita hadir untuk memberikan dukungan dan menguatkan,” lanjutnya.

Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh di antara anggota ASMIPA.

“Semoga semangat kegotongroyongan, kepedulian, dan tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar ASMIPA senantiasa terjaga. Mudah-mudahan setiap kebaikan yang telah diberikan menjadi amal yang bernilai di hadapan Allah SWT,” pungkas Bunda Shofi.

Mbak Lina Apresiasi Dukungan Keluarga Besar ASMIPA

Mewakili keluarga, Mbak Lina menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota ASMIPA yang telah memberikan perhatian dan bantuan selama masa duka.

Ia menghargai setiap bentuk dukungan yang diberikan, mulai dari donasi, doa, hingga dukungan moral. Kepedulian tersebut menjadi penguat bagi keluarga dalam menghadapi kehilangan.

Keluarga besar ASMIPA berharap seluruh kebaikan anggota mendapat balasan terbaik dan keberkahan dari Allah SWT.

Penutupan donasi tidak menghentikan semangat persaudaraan di lingkungan ASMIPA. Organisasi justru menegaskan kembali pentingnya menjaga tali silaturahmi dan kepedulian antarsesama anggota.

ASMIPA berharap semangat gotong royong tersebut terus menjadi kekuatan bersama, baik dalam menghadapi kebahagiaan maupun ketika salah satu anggota mengalami kedukaan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Keluarga besar ASMIPA menyampaikan doa agar almarhum memperoleh husnul khatimah, mendapat ampunan atas segala dosa dan kekhilafan, serta memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.(Red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *