8 Oktober 2026

27 Agustus di Jakarta Tetap Berjalan, Pemblokiran Rekening Koordinator Jadi Sorotan

Keterangan foto: Ilustrasi aksi massa di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

kawankitanews.web.id.– Rencana aksi massa pada 27 Agustus 2026 di Jakarta disebut tetap berjalan meski muncul polemik terkait pemblokiran rekening milik koordinator aksi. Informasi tersebut disampaikan Jacob Ereste dalam keterangannya pada 25 Agustus 2026.

Menurut Jacob, sejumlah peserta aksi dari berbagai daerah mulai bergerak menuju Jakarta. Massa disebut datang dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa serta Lampung, Palembang, dan Sumatra Utara melalui jalur darat, laut, maupun udara.

Pemblokiran rekening Bank Mandiri milik Supriyono alias Botok, yang disebut sebagai koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), turut menjadi sorotan. Jacob menyebut pihak bank memblokir rekening tersebut sejak 21 Agustus 2026.

Ia menyebut rekening itu memiliki dana sekitar Rp80,9 juta yang berasal dari dana pribadi dan donasi pendukung aksi. Namun, informasi mengenai alasan pemblokiran tersebut dalam keterangan Jacob dikaitkan dengan permintaan aparat.

Polemik tersebut kemudian memicu respons dari sejumlah pendukung aksi. Jacob menyebut seruan boikot terhadap Bank Mandiri muncul setelah rekening tersebut diblokir.

Ia juga menyinggung pencopotan plang nama Bank Mandiri di salah satu kantor cabang di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Menurutnya, pihak bank menyatakan tindakan tersebut berkaitan dengan perintah aparat dan situasi yang berkembang menjelang aksi.

Jacob juga menyebut Corporate Secretary Bank Mandiri, Andika Vista, telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Namun, hingga keterangan tersebut disusun, ia mengaku belum memperoleh kepastian apakah rekening Supriyono telah kembali dibuka.

Terlepas dari polemik tersebut, Jacob menyatakan rencana aksi massa pada 27 Agustus 2026 tetap berjalan. Ia menyebut peserta aksi dari berbagai daerah masih bersiap menuju Jakarta.

Informasi mengenai jumlah peserta, lokasi aksi, serta perkembangan pemblokiran rekening masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Bank Mandiri dan aparat berwenang juga perlu memberikan penjelasan untuk memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Catatan: Informasi mengenai pemblokiran rekening, jumlah dana, keterlibatan aparat, serta rencana pergerakan massa dalam artikel ini bersumber dari keterangan Jacob Ereste dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak Bank Mandiri maupun pihak berwenang.(Kontributor Yacob)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *