11 Oktober 2026

Kemarau Melanda, Kodim Boyolali Gelar Shalat Istisqa untuk Mohon Hujan dan Cegah Karhutla

Keterangan foto: Ratusan jamaah mengikuti Shalat Istisqa di Makodim 0724/Boyolali untuk memohon hujan.

Kawanindonesia.web.id– Kemarau yang melanda Kabupaten Boyolali dan sekitarnya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menghadapi kondisi tersebut, Kodim 0724/Boyolali bersama Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat menggelar Shalat Istisqa di Lapangan Apel Makodim 0724/Boyolali, Jalan Padanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Senin (31/8/2026).

Ratusan jamaah mengikuti Shalat Istisqa dengan penuh khusyuk. Mereka memanjatkan doa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa rahmat, kesejukan, keberkahan, serta manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya bersama unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Boyolali, Kejaksaan Negeri Boyolali, Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kepedulian dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi dampak kemarau sekaligus mengantisipasi ancaman karhutla di wilayah Boyolali.

Di bawah teriknya matahari, ratusan jamaah menundukkan kepala dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk. Imam sekaligus khatib, Ust. Widodo, S.Ag., mengajak jamaah memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam khutbahnya, ia mengingatkan masyarakat agar menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat juga perlu menjaga alam dan menghindari berbagai tindakan yang dapat memicu kerusakan lingkungan maupun kebakaran.

Setelah pelaksanaan shalat, jamaah memanjatkan doa bersama. Mereka memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat, memenuhi kebutuhan air, menyuburkan tanah, dan menyejukkan udara.

Mereka juga berharap hujan dapat membantu mengurangi potensi karhutla serta memberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Boyolali.

Bagi Kodim 0724/Boyolali, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar spiritual, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menghadapi kemarau dan ancaman karhutla, seluruh pihak perlu meningkatkan kesiapsiagaan serta menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai dampak kemarau. Selain berdoa, masyarakat juga perlu melakukan langkah nyata dengan menghemat air, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Melalui Shalat Istisqa tersebut, Kodim 0724/Boyolali berharap masyarakat tetap menjaga semangat gotong royong dan kepedulian selama musim kemarau. Dengan doa dan ikhtiar bersama, masyarakat Boyolali diharapkan mampu menghadapi kemarau sekaligus mengantisipasi ancaman karhutla dengan aman.

(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *