10 Oktober 2026

Aksi Tolak MBG di Kobakma, Massa Mamberamo Tengah Desak Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Pelajar dan mahasiswa Mamberamo Tengah menggelar aksi menolak MBG di Kobakma.

Kawankitanews.web.id— Sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam aksi yang berlangsung di Kobakma, Senin (31/8/2026).

Massa aksi berasal dari kalangan siswa SD, SMP, dan SMA serta mahasiswa asal Mamberamo Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Jayawijaya dan Kota Jayapura.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait prioritas pembangunan di Kabupaten Mamberamo Tengah. Mereka meminta pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pendidikan dan kesehatan.

Massa Tolak Program MBG

Massa secara terbuka menyampaikan penolakan terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mamberamo Tengah. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat sebelum menjalankan program tersebut.

Menurut aspirasi yang disampaikan massa, pemerintah perlu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Papua, terutama akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Para peserta aksi menilai pendidikan dan kesehatan menjadi kebutuhan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Desak Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Selain menyampaikan penolakan terhadap MBG, massa aksi membawa tuntutan agar pemerintah menyediakan pendidikan gratis dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Tanah Papua.

Mereka secara khusus meminta pemerintah memperhatikan kondisi masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah dan meningkatkan akses terhadap kedua sektor tersebut.

Mahasiswa asal Mamberamo Tengah yang menempuh pendidikan di Jayawijaya dan Kota Jayapura turut menyampaikan aspirasi dalam aksi tersebut. Mereka berharap pemerintah mendengar suara pelajar dan masyarakat yang menginginkan peningkatan pelayanan dasar.

Massa juga meminta pemerintah tidak hanya melihat pembangunan dari sisi program, tetapi mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap daerah.

Minta Media Kawal Aspirasi

Dalam aksi tersebut, massa meminta media ikut memantau dan mengawal aspirasi yang mereka sampaikan. Mereka berharap pemberitaan dapat membantu menyampaikan kondisi serta tuntutan masyarakat Mamberamo Tengah kepada publik dan pemerintah.

Aksi berlangsung di Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah, pada Senin (31/8/2026).

Massa berharap pemerintah merespons tuntutan tersebut dan membuka ruang dialog untuk membahas kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pendidikan dan kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah maupun pihak terkait mengenai tanggapan terhadap aksi penolakan MBG dan tuntutan pendidikan serta kesehatan gratis yang disampaikan massa.

Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat Mamberamo Tengah agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap pemenuhan kebutuhan dasar serta pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.(Wer)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *