10 Oktober 2026

Papan Informasi Proyek Menghilang, Revitalisasi SDN 140 Tarutung Julu Diminta Transparan

Keterangan foto: Proyek revitalisasi SDN 140 Tarutung Julu disorot setelah papan informasi tidak terlihat.

kawankitanews.web.id // Proyek revitalisasi tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp1,2 miliar lebih dan menggunakan anggaran pemerintah. Kondisi papan informasi yang tidak terlihat membuat publik mempertanyakan akses terhadap informasi dasar mengenai pekerjaan tersebut.

Saat wartawan melakukan konfirmasi di sekolah, Kepala SDN 140 Tarutung Julu mengatakan papan informasi sebelumnya memang berada di lokasi. Namun, papan tersebut kemudian tidak lagi terlihat.

“Terbang gara-gara angin,” ujar Kepala Sekolah ketika ditanya mengenai keberadaan papan informasi proyek.

Wartawan kemudian meminta penjelasan mengenai kondisi papan serta langkah yang dilakukan setelah papan tidak berada di lokasi. Namun, Kepala Sekolah belum memberikan penjelasan lebih rinci.

Progres Proyek Disebut 5 Persen

Dalam konfirmasi tersebut, Kepala Sekolah menyebut progres pembangunan fisik sekitar 5 persen. Ia juga menyampaikan progres nonfisik berada di kisaran 5 persen.

Mengenai jadwal pengerjaan, pihak sekolah menyebut pekerjaan semula direncanakan mulai atau berlangsung hingga awal September. Namun, pelaksana menargetkan pekerjaan selesai pada Agustus.

“Rencana awal awal September tapi ditargetkan selesai Agustus ini,” katanya.

Progres tersebut masih membutuhkan verifikasi dari pihak teknis dan pengawas yang memiliki kewenangan untuk menilai perkembangan pekerjaan.

P2SP Mengacu pada RAB

Kepala Sekolah mengatakan P2SP melaksanakan pekerjaan berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah mendapat persetujuan kementerian.

“Kami pihak P2SP hanya bekerja sesuai dengan RAB yang tertera, yang telah disetujui dengan pihak kementerian,” ujarnya.

Dalam konfirmasi di lokasi, media juga menanyakan sejumlah aspek pelaksanaan proyek, termasuk ruang kerja P2SP, gudang material, fasilitas pekerja, ketersediaan air dan listrik, drainase, pagar pengaman, pengawasan teknis, serta dokumen pendukung.

Namun, pihak sekolah hanya menjawab sebagian pertanyaan tersebut. Beberapa informasi masih membutuhkan penjelasan dari pihak pelaksana maupun instansi yang memiliki kewenangan.

Gunakan Listrik dari Sekolah

Terkait kebutuhan listrik, Kepala Sekolah menjelaskan bahwa proyek tidak menggunakan genset. Pihak proyek, kata dia, memanfaatkan listrik dari sekolah karena kebutuhan daya dinilai tidak terlalu besar.

“Untuk penggunaan listrik karena di sini tidak terlalu besar menggunakan arus listrik, ya kami pergunakan dari sekolah bukan genset,” katanya.

Belum ada penjelasan lebih rinci mengenai kapasitas listrik yang digunakan maupun mekanisme pemanfaatan listrik sekolah untuk mendukung pekerjaan revitalisasi.

Transparansi Proyek Jadi Perhatian

Publik menilai papan informasi memiliki fungsi penting dalam proyek yang menggunakan anggaran pemerintah. Melalui papan tersebut, masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai nilai pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana, waktu pelaksanaan, dan target pembangunan.

Karena itu, masyarakat meminta pihak terkait memastikan papan informasi kembali tersedia dan memuat informasi proyek secara jelas.

Publik juga mendorong pengawasan dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan pekerjaan tanpa harus mengandalkan informasi yang tidak terverifikasi.

Namun, ketiadaan papan informasi tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Kondisi di lapangan tetap membutuhkan klarifikasi dan verifikasi dari pihak pelaksana, pengawas, serta instansi terkait.

Klarifikasi dan Pengawasan Dibutuhkan

Sejumlah aspek proyek yang belum memperoleh penjelasan secara rinci masih membutuhkan klarifikasi. Hal itu mencakup keberadaan papan informasi, dokumentasi pekerjaan, fasilitas pendukung, progres fisik, serta mekanisme pengawasan proyek.

Konfirmasi kepada kementerian, pendamping teknis, konsultan, pengawas, dan pihak terkait lainnya penting untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi SDN 140 Tarutung Julu berjalan sesuai rencana dan ketentuan.

Proyek yang menggunakan anggaran negara perlu memberikan informasi yang dapat diakses masyarakat. Transparansi juga membantu publik melakukan pengawasan sekaligus mencegah munculnya spekulasi mengenai pelaksanaan pekerjaan.

Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah pertanyaan terkait proyek masih menunggu penjelasan dari pihak berwenang.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan.

(Magrifatulloh)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *