11 Oktober 2026

Kominfo Jatim Dorong Warga Bijak Pakai AI dan Jaga Data Pribadi Lewat Cerdig Beruang Siber XVI

Keterangan Foto Kominfo Jatim menggelar Cerdig Beruang Siber XVI untuk mendorong penggunaan AI yang bijak dan aman.

kawankitanews.web.id– Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur mendorong masyarakat untuk menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara bijak serta meningkatkan kesadaran dalam melindungi data pribadi.

Kominfo Jatim menyampaikan dorongan tersebut melalui kegiatan Cerdig (Cerdas Digital) Beruang Siber (Bedah Ruang Siber) Jilid XVI yang berlangsung secara daring pada Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Kemerdekaan Digital Berdaulat atas Data Pribadi, Bijak Menghadapi AI”. Kominfo Jatim menggelar kegiatan ini untuk memperkuat literasi keamanan siber masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan AI memberikan banyak manfaat dalam berbagai bidang.

Masyarakat dan pemerintah dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengotomatisasi analisis data hingga meningkatkan pelayanan publik.

Namun, Sherlita mengingatkan masyarakat agar memahami risiko penggunaan AI.

Pelaku kejahatan dapat menggunakan teknologi tersebut untuk membuat informasi palsu, memanipulasi identitas, melakukan penipuan, menciptakan deepfake, dan memperbesar skala serangan siber.

“Pemanfaatan AI harus disertai tanggung jawab. Kita perlu menjaga keseimbangan antara memanfaatkan kemampuan AI dan mempertahankan aspek keamanan, privasi, etika, akurasi, serta akuntabilitas,” ujar Sherlita.

Sherlita menegaskan bahwa masyarakat harus membangun kedaulatan digital dari tingkat individu.

Setiap pengguna perangkat dan layanan digital memiliki peran dalam menjaga keamanan data pribadi serta menciptakan ruang siber yang aman.

Dalam kegiatan tersebut, Marsekal Pertama TNI Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara sekaligus Direktur Cognitive Artificial Intelligence Research Group (CAIRG), turut memberikan materi mengenai penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab.

Arwin menjelaskan bahwa kemerdekaan digital bukan sekadar kebebasan mengakses teknologi.

Menurutnya, masyarakat juga harus mampu mempertahankan kendali terhadap data, keputusan, serta dampak yang muncul dari penggunaan AI.

Ia memperkenalkan prinsip KENDALI sebelum menggunakan AI. Prinsip tersebut mencakup mengenali data yang digunakan, mengevaluasi tujuan dan risiko, meniadakan data yang tidak diperlukan,

melakukan verifikasi manusia, mengamankan sistem akses, melacak dan mendokumentasikan penggunaan, serta mengikuti hukum, etika, dan kebijakan yang berlaku.

Arwin juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyimpan dan membagikan data pribadi. Foto KTP, sidik jari, dan informasi biometrik lainnya dapat menjadi sasaran eksploitasi pihak yang tidak bertanggung jawab

Pelaku kejahatan dapat memanfaatkan data yang bocor untuk melakukan pencurian identitas dan penipuan. Kebocoran data juga dapat menjadi pintu masuk serangan siber lain, seperti ransomware dan pemerasan.

Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Kominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, mengatakan Beruang Siber bertujuan meningkatkan literasi keamanan sekaligus membangun budaya keamanan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Cerdig Beruang Siber Jilid XVI melibatkan peserta dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, dan pegiat literasi digital se-Jawa Timur.

Kominfo Jatim berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan AI.

Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan keamanan, privasi, etika, dan perlindungan data pribadi.

Dengan literasi digital yang semakin kuat, masyarakat dapat ikut menciptakan ruang digital Jawa Timur yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berdaulat.(Red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *