10 Oktober 2026

Polda Kalsel Sebut Jepang Butuh Driver, Peluang Kerja Ditawarkan kepada Warga Banua

Polda Kalsel menyerahkan paket sembako kepada driver ojol di Banjarmasin.

Kawankitanews.web.id— Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menyampaikan adanya peluang kerja bagi warga Banua untuk bekerja sebagai pengemudi profesional di Jepang. Informasi tersebut disampaikan di sela kegiatan bakti sosial Polda Kalsel bersama para pengemudi ojek online (ojol) di Banjarmasin, Jumat (14/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalsel membagikan sekitar 500 paket sembako kepada para driver ojol. Polresta Banjarmasin menginisiasi kegiatan itu sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan para pengemudi yang turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memberikan perhatian terhadap peran driver ojol di wilayah Banua.

Menurutnya, Polda Kalsel menyiapkan sekitar 500 paket sembako untuk para driver ojol sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi.

“Tujuannya untuk silaturahmi, kebersamaan, dan bentuk apresiasi kami kepada para driver online yang selama ini membantu kami menjaga situasi kamtibmas di wilayah Banua,” ujar Nur Khamid.

Jepang Disebut Membutuhkan Banyak Driver

Selain menyerahkan bantuan, Polda Kalsel menyampaikan informasi mengenai peluang kerja di Jepang. Peluang tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat, termasuk pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kapolda Kalsel menjelaskan informasi kebutuhan tenaga pengemudi di Jepang berdasarkan hasil studi banding Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalsel bersama Korlantas Polri ke Jepang.

Dalam informasi awal yang diterima, Jepang membutuhkan sekitar 2.000 pengemudi. Namun, informasi terbaru yang disampaikan Polda Kalsel menyebut kebutuhan tersebut berkembang hingga sekitar 1 juta pengemudi.

“Dari informasi terbaru, Jepang membutuhkan kurang lebih 1 juta driver. Ini sudah saya informasikan ke Pak Gubernur dan Pemprov agar peluang ini bisa kita manfaatkan untuk masyarakat Banua,” kata Rosyanto.

Menurut Kapolda, peluang tersebut dapat membantu masyarakat Kalimantan Selatan yang terdampak PHK. Pemerintah daerah juga dapat mengarahkan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan kerja tersebut.

Mekanisme Keberangkatan Masih Disiapkan

Polda Kalsel menjelaskan bahwa pemerintah masih perlu menyiapkan mekanisme dan regulasi untuk proses penempatan tenaga kerja ke Jepang.

Kapolda mengatakan Mabes Polri melalui Korlantas Polri akan mengatur aspek teknis dengan berkoordinasi bersama Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri.

Koordinasi tersebut penting untuk memastikan proses keberangkatan dan penempatan pekerja berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polda Kalsel berharap informasi peluang kerja tersebut dapat diterima masyarakat secara positif. Warga yang memiliki kompetensi sebagai pengemudi diharapkan dapat mempersiapkan diri apabila program tersebut berjalan.

Perkuat Kemitraan dengan Driver Ojol

Kegiatan bakti sosial di Banjarmasin juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan komunitas driver ojol. Polda Kalsel menilai para pengemudi memiliki peran penting karena mereka beraktivitas langsung di berbagai wilayah dan berinteraksi dengan masyarakat setiap hari.

Melalui komunikasi dan kemitraan yang baik, kepolisian dapat memperkuat upaya menjaga kamtibmas di wilayah Banua.

Penyerahan 500 paket sembako menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi tersebut. Polda Kalsel juga berharap para driver ojol terus membantu menciptakan suasana aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, informasi mengenai peluang kerja di Jepang membuka harapan baru bagi warga Kalimantan Selatan. Jika terealisasi sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah, kesempatan tersebut berpotensi membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan sekaligus mengurangi dampak pengangguran dan PHK.

Polda Kalsel pun mendorong masyarakat mengikuti informasi resmi terkait program tersebut dan mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan tenaga pengemudi profesional di Jepang.(Herman)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *