15 Agustus 2026

Gubernur Khofifah Digelari Dwija Praja Nugraha atas Komitmen Pendidikan

Keterangan foto: Gubernur Khofifah menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI.

kawankitanews.web.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Dwija Praja Nugraha, penghargaan tertinggi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). PGRI memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Khofifah dalam memajukan pendidikan di Jawa Timur.

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menyerahkan penghargaan tersebut kepada Khofifah dalam audiensi di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

PB PGRI memberikan Dwija Praja Nugraha kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen, kepedulian, dan dedikasi dalam memajukan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperjuangkan kesejahteraan guru.

Khofifah menyambut penghargaan tersebut sebagai pemacu semangat Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan.

“Syukur Alhamdulillah, terima kasih kepada Pengurus Besar PGRI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini adalah apresiasi sekaligus pelecut semangat dan komitmen Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Khofifah.

Pendidikan Jadi Prioritas Pemprov Jatim

Khofifah menegaskan Pemprov Jatim terus menempatkan pendidikan sebagai fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, pendidikan berkualitas dapat mencetak generasi unggul sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Pendidikan adalah kunci untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan generasi emas, meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan, semua dari pendidikan,” tegasnya.

Pemprov Jatim telah mencatat sejumlah prestasi dalam bidang pendidikan. Salah satunya, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah murid terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut melalui jalur SNBP dan SNBT sejak 2019 hingga 2026.

Jawa Timur juga kembali meraih Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Capaian tersebut menjadi gelar juara umum keempat secara berturut-turut dan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan vokasi nasional.

Selain itu, pelajar Jawa Timur mencatat 45.839 medali dalam berbagai kompetisi berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional hingga 12 Mei 2026.

Pemprov Jatim Perluas Akses Pendidikan

Khofifah mengatakan pemerintah provinsi juga terus memperluas pemerataan akses pendidikan melalui program beasiswa dan keringanan biaya pendidikan.

Pada 2026, Pemprov Jatim menyediakan lebih dari 143 ribu kuota beasiswa dan keringanan biaya bagi siswa serta mahasiswa.

Program tersebut meliputi 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan bagi calon murid SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur.

“Karena pendidikan berkualitas adalah hak bagi seluruh masyarakat, semua berhak mendapatkan akses yang sama,” katanya.

Khofifah Perjuangkan Kesejahteraan Guru

Selain meningkatkan akses pendidikan, Khofifah juga mendorong penyelesaian persoalan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat menemukan solusi agar guru memperoleh kesejahteraan yang lebih layak.

Khofifah menilai peningkatan kesejahteraan guru akan berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar.

“TPG ini menjadi tugas kita bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan harapan segera kita mencarikan solusi terbaik agar bisa diberikan kepada guru-guru,” jelasnya.

PGRI Nilai Khofifah Layak Menerima Penghargaan

Prof. Unifah Rosyidi mengatakan PB PGRI menerapkan kriteria ketat dalam memberikan Dwija Praja Nugraha. Menurutnya, penghargaan tersebut hanya diberikan kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan.

“Dwija Praja Nugraha itu adalah penghargaan tertinggi kami kepada Gubernur, Bupati, Walikota. Dan dalam hal ini Gubernur biasanya itu sangat-sangat sedikit karena kriterianya yang sangat berat,” ujar Unifah.

Ia menilai Khofifah berhasil menunjukkan keberpihakan terhadap pendidikan melalui kebijakan, dukungan anggaran, serta kolaborasi dengan organisasi guru, dunia usaha, dan dunia kerja.

“Kami menganggap bahwa Jawa Timur dipimpin Ibu Khofifah punya komitmen yang sangat kuat,” katanya.

Unifah juga menyebut Jawa Timur terpilih dalam program Go Public! Fund Education yang digagas Education International. Program tersebut mendorong pemerintah berbagai negara meningkatkan investasi dan pendanaan untuk pendidikan publik.

Menurut Unifah, berbagai capaian pendidikan Jawa Timur membuat provinsi tersebut mendapat perhatian di tingkat internasional.

“Di dunia internasional Ibu Khofifah sudah sangat dikenal,” ungkapnya.

Pemberian Dwija Praja Nugraha menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemprov Jatim sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, memperluas pemerataan akses, serta meningkatkan kesejahteraan guru di Jawa Timur.(Yud)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *