kawankitanews.web.id – Budayawan dan penulis Jacob Ereste mengapresiasi kiprah Denny JA Foundation dalam mendukung perkembangan dunia kepenulisan dan kebudayaan Indonesia. Ia berharap lembaga tersebut mampu memperkuat posisi budaya Indonesia hingga dikenal lebih luas dalam pergaulan budaya dunia.
Jacob menyampaikan pandangannya melalui tulisan bertajuk “Semoga Denny JA Foundation Mampu Mengangkat Derajat & Marwah Bangsa Indonesia Dalam Pergaulan Budaya Dunia” yang ditulis pada 7 Agustus 2026.
Menurut Jacob, keberadaan lembaga yang memberikan ruang bagi seniman, budayawan, dan penulis memiliki arti penting dalam menjaga keberlanjutan karya serta gagasan di tengah perubahan zaman.
Ia menilai seorang perintis organisasi atau gerakan budaya tidak selalu harus mendapatkan sorotan. Bagi Jacob, keberhasilan terbesar seorang pendiri justru terlihat ketika gagasan yang dibangunnya mampu terus berkembang dan memberikan manfaat meskipun sosok pendirinya tidak lagi menjadi pusat perhatian.
Dalam pandangannya, Denny JA memiliki peran penting dalam menopang aktivitas Satupena, baik melalui dukungan pendanaan, jaringan maupun pengembangan program. Namun, Jacob juga menyoroti pentingnya membangun organisasi yang mampu berdiri secara mandiri dan berkelanjutan.
Jacob merujuk pada tulisan Denny JA berjudul “Sebuah Provokasi Menyambut Kongres Satupena 2026”. Menurutnya, tulisan tersebut menunjukkan kesadaran Denny JA terhadap tantangan keberlanjutan organisasi yang terlalu bergantung pada satu figur.
“Sejarah tidak menilai organisasi dari niat baik ketika organisasi itu didirikan. Sejarah akan menguji kemampuan organisasi dari kemampuan dan ketangguhannya bertahan ketika para pendiri, perintis dan motor penggeraknya telah mati,” tulis Jacob dalam pandangannya.
Ia melihat kesadaran tersebut sebagai langkah penting untuk membangun organisasi penulis dan budayawan yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Jacob berharap Satupena dapat berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya bergantung pada figur pendiri, tetapi memiliki sistem dan regenerasi yang kuat.
Jacob juga mengapresiasi langkah Denny JA Foundation yang memberikan dukungan terhadap aktivitas kebudayaan. Ia menilai dukungan tersebut dapat membuka ruang yang lebih luas bagi penulis, seniman, dan budayawan Indonesia untuk mengembangkan karya.
Menurut Jacob, Indonesia memiliki banyak penulis dan pelaku budaya potensial yang mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, ia mendorong hadirnya sistem pendukung atau semacam impresario yang dapat membantu para seniman dan penulis mengembangkan karya hingga menembus panggung dunia.
Ia berharap Denny JA Foundation dapat memainkan peran tersebut dengan memperluas dukungan terhadap ekosistem kebudayaan Indonesia. Langkah itu dinilai dapat membantu meningkatkan apresiasi terhadap karya intelektual dan kebudayaan Indonesia di tingkat global.
Jacob juga berharap pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, ikut memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pengembangan budaya nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga kebudayaan, organisasi penulis, seniman, dan budayawan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pergaulan budaya internasional.
“Semoga Denny JA Foundation mampu mengangkat derajat dan marwah bangsa Indonesia dalam pergaulan budaya dunia,” demikian harapan Jacob.
Ia menilai pembangunan kebudayaan membutuhkan proses panjang, dukungan berkelanjutan, serta kemampuan organisasi untuk melakukan regenerasi. Dengan fondasi tersebut, budaya Indonesia diharapkan tidak hanya bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga mampu berkembang dan memberikan kontribusi bagi peradaban dunia.(Kontributor Yacob)

