Kawankitanews web.id – Jacob Ereste mendorong peningkatan profesionalisme jurnalis online di tengah pesatnya⁸ perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, jurnalis berbasis internet memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat sekaligus mendukung masyarakat menghadapi perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
Jacob menyampaikan pandangan tersebut dalam tulisan berjudul “Memaknai Kemerdekaan Dalam Kerjasama Dengan Media Sosial Berbasis Internet Indonesia” yang ditulis di Banten, 5 Agustus 2026.
Ia menilai pertumbuhan media online dan jumlah jurnalis yang bergerak di dalamnya menunjukkan potensi besar yang perlu mendapatkan perhatian. Pemerintah, menurut Jacob, dapat mendorong perkembangan tersebut melalui kemitraan dan pembinaan yang mampu meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.
Jacob menilai jurnalis online tidak hanya bertugas menyampaikan informasi. Mereka juga memiliki tanggung jawab membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar, kritis, dan bermanfaat.
“Potensi jurnalis online berbasis internet patut mendapat perhatian pemerintah. Jumlahnya yang berjubel merupakan potensi yang dapat dikembangkan agar jagat media online berbasis internet bisa lebih maksimal memberi manfaat untuk ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan sehat,” tulis Jacob.
Menurutnya, profesionalisme menjadi semakin penting karena masyarakat menghadapi arus informasi yang sangat cepat. Berbagai informasi dapat beredar melalui media sosial dalam waktu singkat sehingga masyarakat membutuhkan pemberitaan yang mampu memberikan konteks dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jacob juga menilai jurnalis online dapat berperan dalam membantu menekan penyebaran hoaks. Media digital yang dikelola secara profesional dapat mendorong masyarakat lebih kritis dan cerdas ketika menerima berbagai informasi.
Perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi juga menjadi perhatian Jacob. Ia melihat masyarakat semakin banyak memanfaatkan berbagai platform digital seperti WhatsApp, Facebook, Telegram, Instagram, YouTube, dan TikTok.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang bagi jurnalis online untuk memperluas jangkauan informasi. Namun, perkembangan platform digital juga menuntut media dan jurnalis meningkatkan kemampuan dalam mengelola informasi secara profesional.
Jacob mendorong pemerintah membangun kerja sama dengan media online sebagai salah satu bentuk pembinaan. Kemitraan tersebut dapat membantu media meningkatkan kualitas sajian sekaligus memberikan ruang bagi jurnalis untuk mengembangkan kemampuan profesionalnya.
“Kerjasama media online berbasis internet dengan segenap instansi pemerintah juga dapat diharap bisa menjadi bagian dari upaya pembinaan guna meningkatkan kualitas sajian media online berbasis internet,” tulisnya.
Ia menilai pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat melibatkan media online dalam penyampaian berbagai program dan kegiatan kepada masyarakat. Kerja sama tersebut harus berjalan secara sehat, terbuka, profesional, dan tetap memperhatikan kepentingan publik.
Jacob menghubungkan peningkatan kualitas jurnalisme online dengan agenda Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia membutuhkan masyarakat yang mampu memahami informasi secara kritis agar dapat menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia mengingatkan bahwa perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Masyarakat dan pemerintah perlu meningkatkan kemampuan beradaptasi agar tidak tertinggal dalam menghadapi perkembangan tersebut.
“Persaingan yang sehat pun dalam tata kelola media sosial berbasis internet tidak lagi bisa diabaikan. Sehingga perlu dikelola secara profesional dengan cara kerjasama dengan masing-masing instansi pemerintah maupun pihak swasta,” tulis Jacob.
Jacob juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak secara sendiri-sendiri.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap keberadaan media online dan jurnalis berbasis internet sebagai bagian dari kekuatan informasi nasional. Dengan pembinaan dan kemitraan yang tepat, media online dapat meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat perannya dalam kehidupan masyarakat.
Profesionalisme jurnalis online, kata Jacob, bukan hanya menyangkut kemampuan menyajikan berita. Profesionalisme juga berkaitan dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik di tengah derasnya arus informasi digital.
Karena itu, Jacob mendorong terciptanya ekosistem media online yang sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia berharap penguatan peran jurnalis online dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas dan kritis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagi Jacob, kemitraan antara pemerintah dan media online dapat menjadi salah satu bentuk kerja bersama untuk menghadapi perubahan zaman. Ia menilai kebersamaan seluruh elemen bangsa menjadi modal penting untuk membangun Indonesia yang lebih maju, terbuka, dan beradab.(Kontributor Yacob)

